Ketika Warga Desa Tak Lagi Peduli: Peran Media dan LSM Membongkar BUMDes Bermasalah

Globaltoday.id, Lumajang — Banyak kasus BUMDes bermasalah tidak terbongkar melalui mekanisme internal desa, melainkan lewat kerja media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Di tengah keterbatasan pengawasan formal, keduanya kerap menjadi pemantik yang memecah kebisuan.

Di desa, relasi sosial yang rapat sering membuat kritik terasa tabu. Di titik inilah media dan LSM berperan sebagai penyeimbang kekuasaan.

Media: Membuka Fakta, Menggugah Publik

Peran media dalam kasus BUMDes tidak sekadar memberitakan, tetapi menjalankan fungsi kontrol sosial.

1. Mengangkat Fakta Lapangan

Media mengumpulkan:

* dokumen penyertaan modal,

* laporan keuangan,

* hasil audit,

* dan kesaksian warga.

Pemberitaan yang konsisten memaksa pengelola BUMDes memberi klarifikasi.

2. Mendorong Audit dan Respon Negara

Tidak sedikit audit Inspektorat dilakukan setelah kasus diberitakan. Publikasi menciptakan tekanan moral dan administratif bagi pemerintah daerah.

3. Melindungi Suara Warga

Bagi warga desa, berbicara langsung kerap berisiko sosial. Media menjadi saluran aman agar kritik tidak terpersonalisasi.

Namun, media juga dituntut akurat dan berimbang. Tuduhan tanpa data justru bisa melemahkan upaya pengungkapan.

LSM: Dari Pendampingan hingga Pelaporan

LSM hadir lebih lama di desa dan berperan pada sisi teknis dan hukum.

1. Mengedukasi Hak Warga

LSM memberi pemahaman bahwa:

* laporan keuangan BUMDes adalah hak publik,

* Musdes bukan formalitas,

* pengelola BUMDes bisa dimintai pertanggungjawaban.

2. Membantu Audit Partisipatif

Banyak LSM membantu warga:

* membaca laporan keuangan,

* mencocokkan data dengan kondisi lapangan,

* menyusun kronologi dugaan penyimpangan.

3. Menyusun Laporan Resmi

Ketika ditemukan indikasi kuat, LSM membantu:

* membuat laporan ke Inspektorat,

* melapor ke APIP,

* hingga menyampaikan aduan ke aparat penegak hukum.

Di sinilah posisi LSM menjadi jembatan antara warga dan negara.

Sinergi Media–LSM: Faktor Penentu

Kasus-kasus besar BUMDes yang berujung hukum hampir selalu melibatkan:

* pemberitaan media yang berkelanjutan,

* dan pendampingan LSM yang konsisten.

Media menciptakan sorotan, LSM memperkuat dengan data dan jalur hukum.

Risiko dan Tekanan

Peran ini bukan tanpa risiko:

* intimidasi,

* pelaporan balik,

* hingga tekanan sosial.

Karena itu, profesionalisme dan akurasi menjadi tameng utama.

Demokrasi di Tingkat Desa

BUMDes adalah simbol kemandirian desa. Namun tanpa pengawasan, ia bisa menyimpang.

Di sinilah media dan LSM berperan menjaga agar demokrasi desa tidak berhenti di Musdes.

Ketika desa mulai sunyi, media dan LSM memastikan kebenaran tetap bersuara.

( bersambung ke episode 8……………………………. )