Globaltoday.id, Cianjur — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi pendidikan vokasi melalui perubahan peran guru pendamping SMK dan pelatihan instruktur kursus berbasis dunia kerja. Langkah tersebut dinilai strategis untuk menciptakan lulusan yang kompeten, kreatif, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan industri modern.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, S.Sos, M.Ed, Phd, saat memberikan pemaparan di hadapan peserta kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendamping dan Instruktur LKP Berbasis Dunia Kerja di BBPPMPV Pertanian Cianjur, Jumat (22/5/2026).
Dalam paparannya, Tatang menegaskan bahwa pendidikan vokasi saat ini harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta dinamika dunia usaha dan dunia industri yang terus berubah.
“Guru pendamping dan instruktur kursus memiliki peran penting sebagai penggerak transformasi pendidikan vokasi agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peran guru pendamping kini tidak lagi hanya sebatas auditor administratif, tetapi telah berkembang menjadi mitra strategis sekolah dalam pendampingan, pemberdayaan, serta peningkatan mutu pendidikan.
Menurutnya, transformasi pendidikan vokasi juga harus didukung dengan pendekatan berbasis data melalui pemanfaatan rapor pendidikan untuk menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan efektif.
Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dilakukan melalui coaching, mentoring, dan penguatan kolaborasi antara sekolah dengan dunia kerja agar tercipta ekosistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan berbagai model pembelajaran vokasi modern yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti teaching factory, praktik industri, smart farming dan agriteknologi, otomasi dan teknologi digital, hingga kursus berbasis dunia kerja.
Tatang menilai kolaborasi yang kuat antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor industri menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
“Kita ingin lulusan SMK dan lembaga kursus tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki kemampuan berinovasi dan mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.
Melalui transformasi tersebut, pemerintah berharap pendidikan vokasi di Indonesia semakin berkualitas dan mampu menjawab tantangan perkembangan industri di masa depan.
