Tekan Angka Pengangguran, LPK Sakila Salurkan Tenaga Kerja ke Dapur MBG

Globaltoday.id – Bojonegoro, 17 April 2026 –
Upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran terbuka terus diperkuat melalui berbagai program berbasis pemberdayaan masyarakat. Salah satunya terlihat dalam peresmian program MBG (Mitra Bina Gizi) yang menghadirkan dapur operasional sebagai pusat kegiatan produksi dan distribusi makanan. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, MBG melibatkan sejumlah relawan yang bekerja di berbagai divisi, seperti persiapan bahan, pemorsian, pencucian peralatan (ompreng), hingga tenaga memasak. Menariknya, para relawan tersebut bukan sekadar tenaga kerja biasa, melainkan individu yang telah mendapatkan pelatihan dan pembekalan keterampilan.
LPK Sakila sebagai salah satu lembaga pelatihan kerja di Bojonegoro turut berperan aktif dalam mendukung program ini. Melalui program pelatihannya, LPK Sakila menyalurkan tenaga kerja terampil yang telah dibekali kompetensi sesuai kebutuhan dapur MBG.
Direktur LPK Sakila, Mokh Luqman dalam keterangannya saat menghadiri gran opening MBG SPPG Desa Ngraho Gayam Bojonegoro menyampaikan bahwa keterlibatan lembaganya merupakan bentuk nyata kontribusi dalam mengurangi pengangguran terbuka di daerah.
“Program MBG ini menjadi peluang yang sangat baik untuk menekan angka pengangguran. Kami dari LPK Sakila menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga sudah memiliki keterampilan yang terstandar. Seluruh relawan yang kami salurkan telah melalui pelatihan dan memiliki sertifikat SLHS, sehingga mereka mampu bekerja secara profesional di dapur MBG,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mencakup kedisiplinan, etika kerja, serta pemahaman standar kebersihan dan keamanan pangan.
Dengan adanya sinergi antara program pemerintah dan lembaga pelatihan kerja seperti LPK Sakila, diharapkan tercipta ekosistem yang mampu menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan. Kehadiran MBG pun tidak hanya menjadi solusi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. (loex)