Lima Kunci Keamanan Pangan Jadi Panduan Utama Menu MBG, BGN Tekankan Mutu dan Keamanan

Globaltoday.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya penerapan *Lima Kunci Keamanan Pangan* dalam penyajian paket Menu Bergizi Gratis (MBG). Prinsip ini menjadi standar wajib untuk menjamin mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Dalam dokumen pedoman resmi BGN, disebutkan bahwa setiap paket menu MBG disajikan untuk satu kali makan, dengan komposisi asupan gizi sekitar 20–25 persen untuk makan pagi atau 30–35 persen untuk makan siang dari kebutuhan harian.

Namun lebih dari sekadar pemenuhan gizi, aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama. BGN mengacu pada konsep *Five Keys to Safer Food* yang diperkenalkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang dikenal sebagai Lima Kunci Keamanan Pangan.

Berikut lima prinsip utama tersebut:

1. Jaga Kebersihan

Mencuci tangan sebelum mengolah pangan dan setelah dari toilet, membersihkan seluruh permukaan dan peralatan yang kontak dengan makanan, serta melindungi dapur dari serangga dan hewan menjadi langkah dasar mencegah kontaminasi.

2. Pisahkan Pangan Mentah dan Matang

Daging mentah, unggas, dan seafood harus dipisahkan dari makanan matang. Penggunaan peralatan berbeda seperti pisau dan talenan dianjurkan guna mencegah kontaminasi silang.

3. Masak dengan Benar

Makanan, terutama daging, harus dimasak hingga matang sempurna. Suhu minimal 70°C dianjurkan agar mikroorganisme berbahaya dapat dimatikan.

4. Jaga Pangan pada Suhu Aman

Makanan tidak boleh dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Penyimpanan dingin di bawah 5°C dan penyimpanan panas di atas 60°C menjadi standar untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

5. Gunakan Air dan Bahan Baku yang Aman

Air bersih dan bahan baku segar menjadi syarat mutlak. Buah dan sayur harus dicuci bersih, serta bahan pangan yang telah kedaluwarsa tidak boleh digunakan.

BGN menekankan bahwa penerapan lima kunci ini bukan sekadar prosedur administratif, melainkan langkah preventif untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat program MBG.

“Keamanan pangan adalah fondasi utama. Gizi yang baik harus dibarengi dengan jaminan keamanan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan,” demikian tertulis dalam pedoman tersebut.

Dengan penerapan standar ini, diharapkan program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal dari potensi keracunan atau penyakit akibat pangan.