GlobalToday.id, Lumajang — SMAN 1 Tempeh resmi meluncurkan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) sebagai langkah nyata menanamkan kesadaran kemandirian pangan sejak dini di lingkungan pendidikan. Program ini dicanangkan pada Senin, 26 Januari 2026, bertepatan dengan pelaksanaan upacara bendera di halaman sekolah.
Peluncuran SIKAP ditandai dengan penanaman pohon pisang dan berbagai jenis sayuran, sekaligus pengenalan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik yang akan dikembangkan sebagai media pembelajaran dan praktik langsung bagi siswa.
Kepala SMAN 1 Tempeh, Drs. H. Sutrisno, mengatakan bahwa program SIKAP dirancang untuk membangun karakter siswa yang peduli lingkungan, kreatif, dan adaptif terhadap tantangan masa depan, khususnya di bidang ketahanan pangan.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian. Melalui SIKAP, kami ingin siswa memahami bahwa ketahanan pangan dimulai dari lingkungan terdekat, dari sekolah,” ujar Sutrisno.
Belajar dari Alam, Praktik Langsung di Sekolah
Menurut Sutrisno, penanaman pisang dan sayuran dipilih karena mudah dibudidayakan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sementara sistem hidroponik diperkenalkan sebagai bentuk inovasi pertanian modern yang relevan dengan perkembangan teknologi dan keterbatasan lahan.
“Anak-anak kami ajak belajar langsung. Mereka menanam, merawat, hingga memanen. Ini bukan sekadar teori, tapi praktik nyata yang menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian,” jelasnya.
Program SIKAP juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya pada dimensi gotong royong, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dukungan Warga Sekolah
Peluncuran program ini disambut antusias oleh guru dan siswa. Sejumlah siswa tampak terlibat langsung dalam penanaman perdana, sementara guru berperan sebagai pendamping dan fasilitator kegiatan.
Pihak sekolah menargetkan, ke depan hasil dari budidaya sayuran dan hidroponik tidak hanya dimanfaatkan untuk pembelajaran, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan internal sekolah dan menjadi contoh praktik baik bagi sekolah lain.
“Kami berharap SIKAP menjadi budaya, bukan sekadar program seremonial. Kalau ini konsisten dijalankan, siswa akan tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga pangan dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Sutrisno.
Dengan peluncuran SIKAP, SMAN 1 Tempeh menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
