Globaltoday.id, Lumajang – Kekhawatiran terhadap semakin lunturnya rasa kebangsaan dan nasionalisme di kalangan Generasi Z mencuat di Kabupaten Lumajang. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan keprihatinannya atas fenomena tersebut di tengah derasnya pengaruh modernisasi dan budaya global yang semakin sulit dibendung.
Hal itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Bunda Indah saat kegiatan *Ngopi Bareng Awak Media* bertajuk Muhasabah Akhir Tahun bersama Awak Media, yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Selasa (23/12/2025).
Menurut Bunda Indah, perkembangan teknologi dan arus globalisasi membawa dampak ganda bagi generasi muda. Di satu sisi membuka akses informasi dan kemajuan, namun di sisi lain berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan, terutama jika tidak disaring dengan pemahaman ideologi dan budaya bangsa.
“Yang membuat kami resah, rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap identitas bangsa di kalangan generasi muda mulai menipis. Ini terlihat dari sikap, perilaku, hingga rendahnya penghormatan terhadap simbol-simbol negara,” ujar Bunda Indah di hadapan awak media.
Ia menilai, Generasi Z tumbuh di era modern yang sarat pengaruh budaya asing, mulai dari gaya hidup, cara berpakaian, hingga pola pikir. Jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada krisis jati diri dan degradasi moral.
Bupati Lumajang menegaskan bahwa Pancasila harus kembali ditempatkan sebagai filter utama dalam menyikapi modernisasi, agar generasi muda tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman.
“Modernisasi tidak bisa kita hindari, tapi nilai-nilai Pancasila harus menjadi penyaring. Dengan begitu, dampak negatif seperti individualisme, ketimpangan sosial, hingga lunturnya etika bisa ditekan,” tegasnya.
Ia juga mendorong peran aktif media massa dalam membangun narasi positif, memperkuat literasi kebangsaan, serta menanamkan kembali semangat nasionalisme di kalangan Generasi Z.
“Kami berharap media menjadi mitra strategis pemerintah dalam menumbuhkan kembali rasa kebangsaan. Media punya peran besar membentuk cara pandang generasi muda,” tambahnya.
Kegiatan Muhasabah Akhir Tahun bersama Awak Media tersebut menjadi ruang refleksi antara pemerintah daerah dan insan pers untuk mengevaluasi perjalanan satu tahun terakhir sekaligus memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan sosial ke depan, termasuk persoalan memudarnya nasionalisme generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen terus mendorong penguatan pendidikan karakter, pelestarian budaya lokal, serta kampanye cinta tanah air sebagai fondasi membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan berjiwa nasionalis.
