Bupati Lumajang Dorong Penguatan Bank Daerah untuk Tingkatkan PAD dan Kemandirian Fiskal

Jawa Timur, Lumajang93 Dilihat

Globaltoday.id, Surabaya — Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan pentingnya penguatan peran bank daerah sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempercepat kemandirian fiskal pemerintah daerah.

Penegasan itu disampaikan Bupati Indah saat menghadiri Rapat Kerja Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Kamis (22/1/2026). Forum tersebut diikuti oleh seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Timur.

Menurut Bupati Indah, bank daerah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan semata, melainkan juga memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan mitra pemerintah dalam mendukung pembiayaan program-program prioritas pembangunan.

“Penguatan peran bank daerah menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah. Ketika PAD meningkat, ruang fiskal pemerintah daerah akan semakin luas untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan pembangunan yang berkeadilan,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, para kepala daerah membahas pengawasan dan optimalisasi kinerja bank daerah sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Bupati Indah menekankan, optimalisasi kontribusi Bank Jatim perlu diarahkan pada dua tujuan utama, yakni peningkatan dividen bagi daerah sebagai pemegang saham serta perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Dukungan perbankan yang kuat akan mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas basis PAD secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam konteks Kabupaten Lumajang, Bupati Indah berharap Bank Jatim semakin aktif mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi prioritas pembangunan daerah, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Ia meyakini, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan perbankan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Bupati Indah juga menekankan pentingnya tata kelola BUMD yang profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, kepercayaan publik dan kinerja keuangan yang sehat menjadi prasyarat utama agar bank daerah benar-benar mampu memberikan manfaat maksimal bagi daerah.

“Bank daerah harus dikelola secara profesional dan transparan, agar tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga benar-benar menjadi instrumen pembangunan daerah,” pungkasnya.