Globaltoday.id | Lumajang — Semangat untuk mandiri ditunjukkan Sumiyati, salah satu peserta penyandang disabilitas dalam Pelatihan Pembudidayaan Sayuran Sistem Hidroponik yang diselenggarakan BPVP Banyuwangi bekerja sama dengan LPK Global Institute Lumajang, 19–26 Oktober 2026.
Saat diwawancarai awak media Globaltoday.id di sela kegiatan pelatihan, Sumiyati mengungkapkan harapannya agar keterampilan yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk merintis usaha UMKM hidroponik di rumah.

Ia ingin membudidayakan sayuran secara mandiri dan menjadikan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini bisa mempraktikkan ilmu hidroponik di rumah dan memiliki usaha sendiri. Semoga keterampilan ini menjadi jalan bagi kami untuk lebih mandiri,” ungkap Sumiyati.
Sumiyati juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas melalui program pelatihan keterampilan yang berkelanjutan, disertai dukungan permodalan bagi peserta yang siap merintis usaha.
Menurutnya, kesempatan mengikuti pelatihan dapat menumbuhkan semangat, kepercayaan diri, dan keyakinan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan untuk berkarya serta menghasilkan pendapatan.
Di Kabupaten Lumajang, penyandang disabilitas memiliki wadah organisasi, yakni Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) yang diketuai Dedy Murdiyanto. Keberadaan organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi dan penguatan aspirasi penyandang disabilitas dalam memperoleh kesempatan yang setara.
Semakin banyak kesempatan mengikuti pelatihan vokasi, semakin terbuka pula peluang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, memperoleh keterampilan, dan membangun usaha sesuai kemampuan masing-masing.
Pada akhir wawancara, Sumiyati menyampaikan harapannya kepada LPK Global Institute dan BPVP Banyuwangi agar ke depan dapat menyelenggarakan kelas pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas, dengan peserta yang berasal dari kalangan disabilitas.
Ia berharap pelatihan khusus tersebut dapat dirancang sesuai kebutuhan peserta sehingga proses belajar lebih optimal dan keterampilan yang diperoleh benar-benar bisa diterapkan.

Menanggapi harapan tersebut, pihak LPK Global Institute Lumajang menyatakan komitmennya untuk tidak berhenti pada penyelenggaraan pelatihan semata. LPK siap memberikan dukungan pembinaan berkelanjutan bagi para peserta, termasuk peserta penyandang disabilitas, agar keterampilan yang telah diperoleh benar-benar dapat dipraktikkan dan dikembangkan menjadi usaha mandiri.
Dukungan tersebut dapat berupa pendampingan teknis setelah pelatihan, mulai dari konsultasi perawatan tanaman, pengelolaan nutrisi, hingga penanganan kendala budidaya di rumah. LPK juga membuka ruang komunikasi bagi alumni pelatihan untuk saling berbagi pengalaman, sehingga peserta tidak merasa berjalan sendiri ketika mulai merintis usaha.
Selain itu, LPK berupaya membantu menghubungkan peserta dengan berbagai pihak terkait, seperti instansi pemerintah, organisasi penyandang disabilitas seperti PPDI Lumajang, serta pelaku usaha, guna membuka akses permodalan, pemasaran hasil panen, dan peluang pelatihan lanjutan. Pembinaan berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi peserta dan menjadikan hasil pelatihan benar-benar bermanfaat dalam jangka panjang.
Kisah Sumiyati menjadi pengingat bahwa pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka kesempatan bagi setiap orang untuk mengembangkan potensi dan meraih kemandirian. ***
Globaltoday.id | Lumajang






