Prabowo Resmi Jadi Warga NU Seumur Hidup, Ungkap Efisiensi 290 BUMN hingga Rp50 Triliun

JOMBANG, Globaltoday.id – Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026), berlangsung penuh momentum. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir langsung sekaligus menutup rangkaian muktamar yang telah berlangsung sejak 27 Agustus 2026. Baru pertama kali Presiden Republik Indonesia berkenan membuka sekaligus menutup Muktamar NU.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KartaNU). Prabowo kemudian menunjukkan kartu anggota tersebut di hadapan peserta muktamar. Ia menyampaikan bahwa dirinya kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar NU dengan status keanggotaan seumur hidup. Momen tersebut mendapat sambutan hangat dari para muktamirin.

Sebelumnya, Prabowo memang sempat menyampaikan keinginannya memiliki kartu anggota NU ketika menghadiri pembukaan Muktamar ke-35. Pada penutupan muktamar, keinginan tersebut akhirnya terealisasi.

“Saya datang janji harus ditepati. Begitu saya mendapatkan kartu NU, saya putuskan untuk hadir,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo Paparkan Efisiensi Besar-besaran BUMN

Selain berbicara mengenai hubungan pemerintah dengan NU, Presiden Prabowo juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam menjalankan pemerintahan selama hampir dua tahun.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kebijakan penataan dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Prabowo mengungkapkan, pemerintah telah menutup 290 BUMN yang dinilai tidak menguntungkan, memiliki kinerja buruk, dan mengalami kerugian.

Menurut Presiden, langkah tersebut telah menghasilkan penghematan biaya hingga sekitar Rp50 triliun.

“Kurang dua tahun pemerintahan yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi,” kata Prabowo.

Ia menegaskan kebijakan tersebut bukan semata-mata untuk mengurangi jumlah perusahaan milik negara, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola BUMN yang lebih efisien dan produktif.

Ratusan BUMN Lagi Bakal Ditutup

Prabowo juga mengungkapkan bahwa proses penataan BUMN belum selesai. Pemerintah masih akan melakukan efisiensi terhadap ratusan perusahaan lainnya.

Presiden menyebut hingga akhir Desember 2026 pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lagi, sehingga nantinya hanya perusahaan-perusahaan yang dinilai produktif dan memberikan nilai tambah bagi negara yang dipertahankan.

Dengan langkah tersebut, jumlah BUMN ditargetkan tersisa sekitar 250 perusahaan.

Prabowo memperkirakan kebijakan tersebut berpotensi menghasilkan penghematan biaya overhead hingga sekitar Rp100 triliun. Penghematan tersebut berasal antara lain dari biaya rutin, termasuk struktur direksi dan komisaris serta berbagai biaya operasional.

Penghematan Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Presiden menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak berhenti sebagai angka penghematan di atas kertas. Pemerintah, kata dia, akan mengarahkan dana yang berhasil dihemat untuk kepentingan masyarakat.

“Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya ke rakyat,” tegasnya.

Menurut Prabowo, pemerintah berupaya mengurangi pemborosan dan kebocoran anggaran sehingga sumber daya negara dapat digunakan untuk membiayai berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa penghematan pemerintah dari berbagai sektor secara keseluruhan telah mendekati Rp300 triliun per tahun.

Janji Entaskan Kemiskinan

Dalam pidatonya di hadapan keluarga besar NU, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program-program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Presiden menyatakan pemerintah akan terus berupaya menciptakan efisiensi, meningkatkan penerimaan negara, serta mengalokasikan anggaran untuk program kerakyatan.

Prabowo optimistis langkah tersebut dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus mempercepat upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan.

Ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari seluruh kebijakan pemerintah adalah menghadirkan negara yang semakin mampu memberikan kesejahteraan dan perlindungan kepada rakyat.

Tutup Muktamar ke-35 NU

Dalam acara tersebut, Prabowo secara resmi menutup Muktamar ke-35 NU dengan memukul kentongan. Muktamar menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–203, sementara KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam.

Kehadiran Prabowo sekaligus menjadi penanda kuat hubungan pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang akhirnya ditutup dengan pesan agar NU terus menjaga persatuan, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta mengambil peran strategis dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan.