Globaltoday.id, Lumajang – Industri pariwisata Kabupaten Lumajang terus memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan. Peningkatan jumlah wisatawan, khususnya dari mancanegara, menjadi bukti bahwa destinasi wisata alam di Lumajang semakin mendapat perhatian di tingkat nasional maupun internasional. Kondisi tersebut sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Perkembangan itu disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menghadiri Forum Diskusi Kunjungan Badan Anggaran DPR RI ke Provinsi Jawa Timur di Ruang Binaloka Adhikara, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah mengungkapkan bahwa berbagai upaya pengembangan destinasi dan promosi wisata mulai membuahkan hasil. Salah satu ikon wisata yang menjadi magnet utama adalah Air Terjun Tumpak Sewu, yang selama ini dikenal luas sebagai salah satu destinasi alam terbaik di Indonesia.
“Syukur alhamdulillah, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Lumajang terus meningkat. Air Terjun Tumpak Sewu yang sering dijuluki sebagai Niagara-nya Indonesia menjadi daya tarik utama yang mampu menarik wisatawan dari berbagai negara,” ujar Bunda Indah.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, sepanjang Triwulan I Tahun 2026 tercatat sebanyak 476.062 wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Lumajang. Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan sebanyak 450 ribu kunjungan.
Dari total kunjungan itu, sebanyak 460.036 wisatawan merupakan wisatawan domestik, sedangkan 16.026 orang berasal dari mancanegara. Capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi Lumajang sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Timur.
Tak hanya itu, data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur juga mencatat selama periode 14 Maret hingga 5 April 2026, sekitar 22,09 ribu wisatawan mancanegara berkunjung ke Lumajang. Destinasi Air Terjun Tumpak Sewu dan Teras Semeru menjadi lokasi yang paling banyak diminati wisatawan asing.
Menurut Bunda Indah, bertambahnya jumlah pengunjung tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kehadiran wisatawan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pengelola homestay, restoran, jasa transportasi, pemandu wisata, hingga pelaku ekonomi kreatif di sekitar destinasi.
“Peningkatan kunjungan wisata memberikan efek berganda bagi masyarakat. Banyak sektor usaha yang ikut tumbuh karena semakin banyak wisatawan yang datang dan berbelanja di Lumajang,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjut Bunda Indah, akan terus memperkuat promosi wisata melalui berbagai media, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan agar daya tarik wisata tetap terpelihara untuk jangka panjang.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, komunitas, dan masyarakat, Lumajang optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Keindahan alam yang dimiliki diharapkan semakin dikenal dunia sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan sektor wisata yang berkelanjutan.





