Globaltoday.id, Lumajang – Pasca viral di media sosial terkait robohnya tembok pembatas milik PT Gasulindo yang menimpa rumah warga di Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang melakukan kunjungan kerja ke lokasi kejadian, Senin (9/3/2026).
Kunjungan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Disnaker Lumajang, Catur, untuk memastikan kondisi keselamatan pekerja serta warga sekitar pasca insiden tersebut.
Diketahui, peristiwa robohnya tembok terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 10.20 WIB. Tembok pembatas perusahaan dengan ketinggian sekitar 5 meter dan panjang kurang lebih 50 meter itu ambruk hingga menimpa rumah milik warga bernama Nur Rohma yang berada tepat di sisi timur area perusahaan.
Pastikan Keselamatan dan Tanggung Jawab Perusahaan
Dalam kunjungan tersebut, Disnaker melakukan pengecekan langsung ke lokasi runtuhan tembok serta berdialog dengan warga dan pihak perusahaan guna memastikan tidak ada dampak lanjutan yang membahayakan keselamatan.
Kabid HI Disnaker Lumajang, Catur, mengatakan pihaknya hadir untuk memastikan perusahaan memenuhi tanggung jawabnya terhadap warga terdampak serta menjamin aspek keselamatan kerja.
“Kunjungan hari ini kami lakukan untuk memastikan kondisi di lapangan, baik terkait keselamatan pekerja maupun warga sekitar. Kami juga ingin memastikan bahwa pihak perusahaan bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialami warga,” ujar Catur.
Ia menambahkan bahwa Disnaker juga menekankan pentingnya perusahaan memperhatikan standar keselamatan bangunan di area industri agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Perusahaan Disebut Siap Tanggung Perbaikan
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pihak perusahaan disebut telah menyatakan kesediaannya untuk menanggung perbaikan rumah warga yang terdampak reruntuhan tembok.
Meski demikian, Disnaker tetap meminta agar proses penyelesaian dilakukan secara transparan dan mengedepankan musyawarah antara perusahaan dan warga.
“Kami berharap ada komunikasi yang baik antara perusahaan dengan warga yang terdampak sehingga penyelesaian bisa berjalan dengan baik,” tambah Indra.
Respons Atas Kekhawatiran Warga
Kunjungan Disnaker Lumajang ini juga merupakan respons atas kekhawatiran masyarakat yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial setelah kejadian tersebut.
Selain memastikan tanggung jawab perusahaan, pemerintah daerah juga ingin memastikan bahwa lingkungan kerja di kawasan industri tetap aman bagi pekerja maupun masyarakat sekitar.
Beruntung dalam peristiwa robohnya tembok tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, meskipun kerugian material rumah warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
