Globaltoday.id, Lumajang — Penghentian sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Tempeh selama dua hari, Senin–Selasa (2–3 Februari 2026), tidak hanya berdampak pada sekolah, tetapi juga memicu keluhan dari para wali murid.
Sejumlah orang tua siswa mengaku kecewa karena anak-anak mereka yang biasa menerima MBG tidak mendapatkan asupan makanan bergizi sesuai jadwal, tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya.
Salah seorang wali murid siswa SD di Kecamatan Tempeh, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mengungkapkan bahwa program MBG sangat membantu keluarganya.
“Kami ini orang kecil, Mas. Biasanya anak berangkat sekolah sudah tenang karena dapat makan dari sekolah. Kalau tiba-tiba dihentikan dua hari, ya kami kaget dan berat juga,” ujarnya kepada Globaltoday.id.
Tidak Semua Orang Tua Siap Mengganti
Menurut wali murid tersebut, tidak semua orang tua memiliki kemampuan finansial untuk mengganti menu bergizi secara mendadak, apalagi dalam kondisi ekonomi yang masih sulit.
“Kalau cuma satu anak mungkin masih bisa, tapi banyak yang punya dua atau tiga anak sekolah. MBG itu sangat berarti bagi kami,” katanya.
Wali murid lainnya menilai penghentian program dengan alasan anggaran belum cair seharusnya bisa diantisipasi oleh pengelola program.
“Ini program nasional, menyangkut hak anak. Masa iya berhenti begitu saja karena soal administrasi? Harusnya ada cadangan atau solusi sementara,” ujar orang tua siswa SMP di Tempeh.
Harapan Transparansi dan Kepastian
Para wali murid berharap ke depan ada komunikasi yang lebih terbuka antara SPPG, sekolah, dan orang tua, terutama jika terjadi kendala penyaluran.
“Kalau memang ada masalah dana, seharusnya disampaikan secara resmi. Jangan sampai anak-anak yang jadi korban,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, SPPG Tempeh menghentikan penyaluran MBG kepada sekitar 3.000 an penerima manfaat dari jenjang PAUD, TK, SMP hingga SMA, dengan alasan anggaran dari pusat belum dicairkan. Pihak sekolah berharap distribusi MBG dapat kembali berjalan normal mulai Rabu (4/2/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait keterlambatan pencairan anggaran yang berdampak langsung pada terhentinya layanan MBG di Kecamatan Tempeh. ( bersambung ……..episode 3 )
