Pemkab Lumajang Perkuat Komitmen Sanitasi Aman Usai Pendampingan UNICEF–UNAIR Memasuki Tahap Akhir

Jawa Timur, Lumajang126 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang — Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmen kuatnya untuk terus memperkuat capaian program sanitasi aman, meskipun pendampingan dari UNICEF dan Universitas Airlangga telah memasuki tahap akhir. Pemkab memastikan seluruh hasil yang telah diraih tidak hanya berhenti sebagai program sesaat, tetapi memberikan manfaat jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, saat menerima kunjungan tim UNICEF dan Program Focal Point Kemitraan UNICEF–UNAIR bidang air dan sanitasi Universitas Airlangga di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Jumat (14/11/2025).

Pendampingan Empat Tahun Jadi Fondasi Penguatan Layanan Sanitasi

Menurut Wabup Yudha, empat tahun pendampingan menjadi pondasi penting dalam memperkuat layanan sanitasi aman serta penguatan kesehatan lingkungan di Lumajang.

“Pemkab Lumajang berkomitmen agar seluruh capaian yang telah diraih dapat diperkuat dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Program ini menjadi fondasi bagi pengembangan layanan sanitasi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya tampak dari peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin memahami pentingnya sanitasi aman dan praktik hidup bersih.

Keberlanjutan Layanan Sanitasi Menjadi Fokus Utama

Yudha menekankan bahwa keberlanjutan layanan sanitasi tidak cukup hanya bergantung pada fasilitas. Sistem pengelolaan yang efektif, edukasi berkelanjutan, dan dukungan lintas sektor menjadi faktor penting agar standar sanitasi aman bisa dipertahankan dan ditingkatkan.

“Pemerintah daerah bertekad memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah, lembaga akademis, dan mitra internasional agar standar layanan sanitasi aman dapat dijaga dan terus ditingkatkan,” tambahnya.

UNICEF: Kemitraan Lumajang Jadi Model Perubahan Nyata

Kepala Kantor UNICEF Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara, menyambut baik komitmen Pemkab Lumajang. Ia menyebut kemitraan ini sebagai contoh bagaimana pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga internasional bisa menghasilkan perubahan signifikan bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut terbukti mampu menurunkan risiko kematian akibat diare serta memperkuat kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.

Menuju 2030: Sanitasi Aman dan Kesehatan Lingkungan Meningkat Signifikan

Dengan strategi terintegrasi, pendekatan edukatif, dan penguatan sistem layanan, Pemkab Lumajang menargetkan bahwa kondisi sanitasi aman serta kualitas kesehatan lingkungan akan meningkat drastis pada tahun 2030.

Pendampingan UNICEF–UNAIR mungkin akan segera berakhir, namun Pemkab Lumajang memastikan perjuangan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan layak bagi seluruh warga akan terus berlanjut.

Apabila Anda ingin menambahkan kutipan pejabat, data pendukung, atau ingin dibuatkan versi panjang/pendek, tinggal beri tahu saya!