Globaltoday.id, Lumajang, 17 Agustus 2025 – Suasana Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mendadak riuh dan penuh warna. Pada Minggu (17/8), Pemerintah Desa (Pemdes) Penanggal menggelar karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Karnaval yang dimulai pukul 13.30 WIB itu diikuti oleh 34 peserta, mulai dari siswa Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga masyarakat umum. Sesuai tradisi, peserta dari kalangan pelajar menjadi barisan pembuka, baru kemudian disusul oleh kelompok umum yang menampilkan berbagai atraksi kreatif.
Kepala Desa Penanggal, CIK Ono, kepada awak media menyampaikan bahwa karnaval tahun ini terasa lebih meriah sekaligus tertib berkat adanya aturan baru terkait penggunaan sound system.
“Memang mayoritas peserta umum menggunakan *sound horeg*. Namun, panitia sudah membuat aturan bahwa jumlah subwoofer maksimal hanya 8 unit dan tingkat kebisingan tidak boleh melebihi 85 dB. Jadi selain tetap meriah, masyarakat sekitar juga tidak terganggu oleh suara yang terlalu bising,” jelasnya.
Menariknya, lanjut CIK Ono, sound horeg yang digunakan oleh masyarakat sebenarnya hasil dari iuran bersama.
“Masyarakat sudah mulai iuran sejak satu tahun lalu, ada yang iuran harian, ada juga yang mingguan, tujuannya agar bisa menyewa *sound horeg* ini. Dari sini bisa dilihat, betapa tingginya animo dan antusiasme warga terhadap hiburan karnaval,” imbuhnya.
Sepanjang jalur karnaval, warga tumpah ruah di pinggir jalan untuk menyaksikan penampilan para peserta. Anak-anak TK tampil imut dengan berbagai tarian kreatif, pelajar SD penuh semangat dengan kostum tarian Nusantara, sementara SMP menampilkan kreasi tarian modern dan tradisional. Untuk peserta umum, karnaval semakin semarak dengan dekorasi unik, hingga atraksi budaya lokal.
Meski jumlah peserta terbilang tidak terlalu banyak, hanya 34 kelompok, karnaval berlangsung hingga dini hari. Antusiasme masyarakat yang tak beranjak dari lokasi membuat suasana tetap hidup hingga acara berakhir.
Bagi warga Penanggal, karnaval ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga wujud kebersamaan dan semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa. Karnaval menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar warga sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan juga pertumbuhan ekonomi masyarakat. ( Dodik )
