Rejang Lebong, Globaltoday.id- Festival durian jenis langka varitas unggul lokal yang direncanakan di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu yang semula direncanakan pada tanggal 20 sampai 22 Januari 2024 terpaksa diundur hingga selesai tahapan pemilu Tahun 2024.
Diundurnya Festival durian ini bukan tanpa alasan, dikarenakan perkiraan panitia pelaksana terhadap musim panen durian yang pernah disampaikan keberbagai pihak dan media massa dan yang lainnya diperkirakan sekitar 20 Januari 2023 itu sudah musim panen durian ternyata itu belum sampai pada musim panen sehingga pelaksanaan kegiatan diundur.
Dari berbagai fakta yang terjadi dilapangan, panitia telah melakukan peninjauan langsung kelapangan terhadap beberapa pohon durian yang dianggap unggul dan yang telah dilakukan indentifikasi oleh pihak Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Bengkulu terhadap 7 pohon durian di PUT tersebut dan saat ini durian tersebut belum masak atau belum memasuki masa panen.
Selanjutnya, panitia penyelenggara memperkirakan musim panen durian secara menyeluruh itu khusus diwilayah Lembak Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu baru memasuki durian masak normal diperkirakan pada pertengahan bulan Februari Tahun 2024 tepat selesainya acara pagelaran Pemilu.
Sementara itu, Ketua panitia dan penanggung jawab penyelenggara Festival durian jenis langka varitas unggul lokal di Kecamatan Padang Ulak Tanding Arpan Mawi dan Ishak Burmansyah menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak terutama kepada pihak pemerintah Pabupaten Rejang Lebong dan semua instansi terkait serta juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Provinsi Bengkulu dan instansi terkait yang sudah ikut berperan aktif dalam rencana kegiatan tersebut atas diundurnya pelaksanaan Festival durian hingga selesai pemilu 2024.
“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Provinsi Bengkulu atas diundurnya pelaksanaan Festival ini,l. Sebab, saat ini dari pandangan mata serta kondisi buah durian belum besar dan masih sangat mudah sekali sebagaimana tampilan dalam foto buah durian yang diambil dari lokasi pohon durian yang telah di Indentifikasi oleh pihak BPSIP Provinsi Bengkulu tersebut,” ujar Arpan Mawi.
Ishak Burmansyah atau yang sering akrab dipanggil Bang Bur juga menjelaskan, bahwa Festival durian jenis langka varitas unggul lokal ini akan tetap di laksanakan setelah selesai pemilu dan diperkirakan jatuh pada tanggal 20 hingga 22 Februari 2024 mendatang dan panitia pelaksana festival nanti akan menyampaikan undangan kepada semua pihak terkait waktu pelaksanaan festival tersebut.
“Untuk sementara waktu Festival ini ditunda, karena buah durian belum masak total. Kita akan tetap melaksanakan kegiatan Festival ini setelah tahapan Pemilu Bulan Februari Tahun 2024 dan kami berharap kepada semua yang sudah terlibat dalam pelaksanaan ataupun perencanaan Festival ini agar tidak kendor dan tetap semangat,” ungkap Bang Bur. (Red)
