Seorang Anak Petani Mendapat Beasiswa S2 ke Jepang

Headline, Pendidikan, Talo925 Dilihat

Talo, Globaltoday.id- Berkat kegigihannya Eliza Farestiani membuktikan diri mampu meraih cita-citanya, Meski berasal dari keluarga petani, Alumni Universitas Bengkulu (UNIB) 2019 ini mampu mendapat beasiswa hingga meneruskan pendidikannya ke Osaka University, Jepang.

Ia mendapatkan beasiswa Lembaga Pengola Dana Pendidikan (LPDP) tahun 2021, dari Kementerian Keuangan RI, Meski lulus tahun 2019, namun karena pandemi Covid-19, Eliza baru bisa berangkat 25 September 2022.  

Saat ditemui tim Globaltoday Eliza mengungkap kan Selama menjalani perkuliahan di Unib, Cukup difasilitasi kampus dan jurusannya untuk memperdalam skill dibidang yang ia minati.

Ia juga pernah diberi kesempatan untuk menjadi asisten dosen dibeberapa mata kuliah. Seperti, Biologi Dasar, Biologi Hewan, Biologi Tumbuhan, Mikrobiologi Umum, hingga Mikrobiologi Pangan dan Kesehatan.

“Saya tidak lahir di keluarga yang berada. Pekerjaan orang tua saya hanya petani. Selain itu, saya juga punya adik yang hanya berbeda satu tahun dari saya, yang juga harus berkuliah. Alhamdulillahnya, saat itu saya behasil mendapatkan beasiswa Bidik Misi. Dari sanalah, saya berupaya untuk memanfaatkan kesempatan tersebut semaksimal mungkin,” ungkap Eliza, jebolan Jurusan Mikrobiologi Unib.

Menjadi asisten dosen yang dipilih langsung oleh dosennya adalah kesempatan yang sangat berharga bagi Eliza. Dari sana, ia mulai ikut di beberapa proyek dosen. Seperti, eksplorasi mikroorganisme penghasil antibiotik dan enzim petensial. Serta yang paling menarik yakni, investigasi cemaran daging babi di berbagai produk olahan daging di Kota Bengkulu.

“Selain itu, Alhamdulillah saya juga pernah berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian di konferensi nasional dan internasional. Serta mempublikasikan hasil tersebut ke IOP Publishing scopus”,Terang Eliza.

Ia juga mengungkapkan, salah satu duka yang ia alami yaitu harus ketinggalan dalam hal karir. Setelah tamat kuliah, Eliza agak kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Untuk itu, ia pun meluruskan niatnya memfokuskan diri memtuskan untuk mencari beasiswa. Sembari membantu dosennya di Laboraturium.

“Untuk teman-teman semua, menjadi seorang pejuang beasiswa harus siap dengan segala bentuk turbulencenya. Kusebut ini proses panjang dengan persiapan dan pertimbangan yang matang, komitmen dan konsistensi, dan waktu yang tidak sebentar. Maka kuatkanlah kaki untuk terus mendaki, dan memuncaklah. Bukan untuk dipandang tinggi, namun agar bisa melihat dunia dengan kacamata yang lebih luas”, Pesan Eliza

Ia pun berharap, dapat bertanggung jawab penuh kepada pemerintah untuk beasiswa yang diamanahkan ini.

“Semoga sedikit banyaknya yang sudah saya terima, bisa menebar manfaat untuk yang aku terima,” tutup Eliza. (Ilh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *