Globaltoday.id, Bandung Barat – Upaya memperkuat kompetensi instruktur lembaga kursus dan pelatihan (LKP) berbasis kebutuhan industri terus dilakukan BBPPMPV Pertanian Cianjur melalui kegiatan kunjungan industri ke PT. Serena Harsa Utama Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 18 peserta Diklat Peningkatan Kompetensi Instruktur Kursus Berbasis Industri Bidang Pengolahan Pangan khususnya kelas Pengolahan Daging tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai sistem produksi pangan modern, khususnya pengolahan sosis dan baso berbasis standar industri nasional.
Dalam kunjungan itu, para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori dari pihak perusahaan, tetapi juga melakukan observasi langsung terhadap proses produksi mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahap pengemasan produk siap edar.
Narasumber dari PT. Serena Harsa Utama, Salma menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan standar keamanan pangan yang ketat melalui penerapan *Good Manufacturing Practices* (GMP), sanitasi produksi, hingga pengawasan mutu secara berkelanjutan.
“Seluruh proses produksi harus menjaga kualitas dan keamanan pangan. Pengendalian suhu, kebersihan area produksi, serta disiplin penggunaan alat pelindung diri menjadi hal yang sangat penting,” jelas Salma.
Peserta diklat tampak antusias saat mengamati berbagai tahapan produksi sosis modern, mulai dari penggilingan daging, emulsifikasi, pencampuran bumbu, pengisian casing, proses pemasakan, pendinginan, hingga pengemasan vakum menggunakan mesin otomatis.
Selain itu, peserta juga mempelajari sistem penyimpanan bahan baku beku, pengawasan kualitas produk sebelum dipasarkan, serta budaya kerja industri yang mengedepankan disiplin, efisiensi, dan standar operasional prosedur (SOP).
Kegiatan tersebut dinilai penting untuk menjembatani dunia pelatihan dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri (DUDI), terutama di sektor pengolahan pangan.
Salah satu peserta diklat, Mahfud asal Sumenep Madura, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga dari kegiatan kunjungan industri tersebut. Menurutnya, pembelajaran langsung di lingkungan industri memberikan pemahaman yang lebih nyata dibanding hanya teori di kelas.
“Kami bisa melihat langsung bagaimana proses produksi modern dijalankan dengan standar kebersihan dan disiplin kerja yang tinggi. Ini sangat bermanfaat untuk diterapkan di lembaga kursus kami nantinya,” ujar Mahfud.
Ia juga menilai kunjungan industri mampu membuka wawasan peserta mengenai pentingnya menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan dunia industri agar lulusan kursus memiliki daya saing yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, peserta juga didorong untuk mengimplementasikan budaya kerja industri di lingkungan lembaga kursus, seperti penerapan sanitasi dan higiene praktik, penggunaan APD, penyusunan SOP pembelajaran, hingga penguatan materi keamanan pangan dan manajemen produksi.
BBPPMPV Pertanian Cianjur berharap kegiatan kunjungan industri semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan profesionalisme instruktur kursus sekaligus memperkuat link and match antara lembaga pelatihan dengan dunia industri.
Dengan pengalaman lapangan yang diperoleh secara langsung, para instruktur diharapkan mampu menghasilkan lulusan kursus yang lebih kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap bersaing di dunia kerja modern.






