GLOBALTODAY.ID, Jember – Dunia pendidikan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Semangat tersebut menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan penjajakan kerja sama antara LPK Global Institute dengan Universitas Moch. Sroedji (UMS) Jember, Jumat (11/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Badan Penjaminan Mutu ( BPM ) Universitas Moch. Sroedji Jember tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi di bidang pelatihan vokasi bagi mahasiswa.
Rombongan LPK Global Institute yang berjumlah empat orang terlebih dahulu diterima oleh Rektor UMS, Dr. Ir. Suherman,M.T., di ruang Rektor. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan gagasan mengenai pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dengan lembaga pelatihan kerja dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dinamika dunia kerja.
Setelah pertemuan bersama Rektor, pembahasan kemudian dilanjutkan melalui diskusi antara tim LPK Global Institute dan tim UMS.
Dari pihak LPK Global Institute, diskusi dipimpin oleh Dr. Choirul Ainiyati, M.P.,, sementara dari UMS diwakili Ramzy Ramadhani, S.E., M.Pd., Gr. bersama Bintang Mandala Karyudi, S.H., M.H dan unsur dari Badan Penjaminan Mutu Pendidikan UMS.
Bukan Sekadar Kuliah, Mahasiswa Perlu Punya Keterampilan
Diskusi berlangsung dalam suasana santai, terbuka dan penuh semangat. Sesekali canda mewarnai pembicaraan, namun substansi pembahasan tetap diarahkan pada peluang kerja sama yang konkret.
LPK Global Institute menyampaikan keinginan untuk membangun program bersama UMS dalam penyelenggaraan pelatihan vokasi bagi mahasiswa.
Gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan agar mahasiswa tidak hanya mengandalkan ijazah ketika menyelesaikan pendidikan. Mereka juga perlu mempunyai keterampilan tambahan yang dapat dibuktikan dan digunakan ketika memasuki dunia kerja.
Pendidikan vokasi memiliki posisi penting dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Melalui pelatihan yang berbasis kompetensi, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis, mengenal standar kerja dan mengembangkan kemampuan yang relevan dengan bidang yang diminati.
Konsep inilah yang ingin dijajaki melalui kemungkinan kolaborasi antara LPK Global Institute dan UMS.
SKPI Jadi Bagian dari Penguatan Kompetensi Mahasiswa
Dalam diskusi tersebut juga muncul pembahasan mengenai rencana UMS untuk mulai menerapkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa yang telah memasuki semester akhir.
SKPI pada prinsipnya dapat menjadi dokumen pendamping ijazah yang memberikan gambaran mengenai kompetensi, prestasi, pengalaman maupun aktivitas pendukung yang dimiliki seorang lulusan selama menempuh pendidikan.
Kehadiran SKPI menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan pelatihan vokasi.
Mahasiswa yang memperoleh pelatihan tambahan dengan kompetensi tertentu diharapkan tidak hanya memiliki pengalaman belajar di ruang kuliah, tetapi juga mempunyai bukti kompetensi atau pengalaman pengembangan diri yang dapat menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan.
Dengan demikian, kerja sama yang sedang dijajaki tidak sekadar berbicara mengenai pelaksanaan pelatihan, tetapi juga bagaimana kompetensi mahasiswa dapat terdokumentasi dan menjadi bagian dari profil lulusan.
### Menjembatani Kampus dengan Dunia Kerja
Bagi LPK Global Institute, sinergi dengan perguruan tinggi merupakan salah satu bentuk penguatan ekosistem vokasi.
Perguruan tinggi memiliki mahasiswa sebagai calon tenaga kerja profesional, sementara lembaga pelatihan memiliki pengalaman dalam pengembangan keterampilan berbasis kompetensi.
Jika kedua kekuatan tersebut dipertemukan, mahasiswa berpeluang memperoleh pembelajaran yang lebih lengkap: mendapatkan pengetahuan akademik dari kampus sekaligus keterampilan praktis yang dibutuhkan di lapangan.
Pelatihan nantinya dapat diarahkan sesuai kebutuhan mahasiswa dan perkembangan dunia kerja, termasuk keterampilan teknologi, digital, industri, kewirausahaan maupun bidang-bidang teknis lainnya.
Bangun Kerja Sama yang Tidak Berhenti di Atas Kertas
Pertemuan antara LPK Global Institute dan UMS Jember diharapkan menjadi awal dari pembicaraan yang lebih konkret mengenai bentuk kerja sama.
Prinsipnya, kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan program yang benar-benar memberikan manfaat kepada mahasiswa.
Bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi pelatihan yang memiliki kurikulum, instruktur, praktik, evaluasi serta hasil kompetensi yang jelas.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kepercayaan diri lebih ketika memasuki dunia kerja, baik sebagai pencari kerja maupun calon wirausahawan.
Menuju Lulusan yang Lebih Siap Kerja
Penjajakan kerja sama LPK Global Institute dan UMS Jember memperlihatkan bahwa kebutuhan dunia pendidikan saat ini semakin mengarah pada penguatan hubungan antara kampus, lembaga pelatihan dan dunia kerja.
Ijazah tetap menjadi bukti pendidikan formal, namun keterampilan praktis, pengalaman dan kompetensi menjadi bagian penting dalam membangun daya saing lulusan.
Karena itu, sinergi vokasi seperti yang sedang dijajaki LPK Global Institute bersama UMS Jember diharapkan mampu melahirkan model pembekalan mahasiswa yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja.
Dari ruang kuliah menuju dunia kerja, mahasiswa tidak cukup hanya siap lulus. Mereka juga harus siap bekerja, siap beradaptasi dan siap menunjukkan kompetensinya. ***
