Globaltoday.id, Jember – Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII di Universitas Jember (UNEJ) tak hanya menjadi arena unjuk kemampuan mahasiswa di bidang seni. Kehadiran ratusan mahasiswa dan delegasi dari berbagai daerah juga dimanfaatkan untuk membawa produk-produk lokal Jember menembus pasar yang lebih luas.
Salah satu terobosan yang dilakukan panitia adalah menghadirkan Pasar PEKSIMINAS, sebuah ruang khusus yang mempertemukan peserta kegiatan dengan pelaku usaha lokal.
Sedikitnya 24 tenant ikut ambil bagian. Dari jumlah tersebut, empat merupakan unit usaha internal UNEJ, sementara 20 lainnya berasal dari UMKM unggulan Kabupaten Jember.
Bukan Sekadar Tempat Belanja
Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur, Dr. Fendi Setiawan, S.H., M.H., mengatakan Pasar PEKSIMINAS dirancang bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan peserta selama berada di lingkungan kampus.
Lebih jauh, pasar tersebut menjadi sarana memperkenalkan berbagai produk khas dan unggulan Jember kepada mahasiswa maupun pendamping yang datang dari berbagai provinsi.
Peserta dapat memperoleh makanan, minuman maupun berbagai kebutuhan tanpa harus meninggalkan kawasan kampus. Pada saat yang sama, pelaku UMKM memperoleh kesempatan berhadapan langsung dengan calon konsumen dari luar daerah.
Menurut Fendi, pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan efek yang lebih panjang. Produk yang ditemukan peserta selama berada di Jember diharapkan tetap diingat ketika mereka telah kembali ke daerah asal.
Dengan demikian, PEKSIMINAS tidak hanya meninggalkan kenangan tentang kompetisi seni, tetapi juga cerita mengenai produk dan potensi ekonomi Jember.
Ribuan Tamu, Perputaran Ekonomi Ikut Bergerak
Dampak penyelenggaraan PEKSIMINAS juga dirasakan pada sektor ekonomi daerah.
Rektor Universitas Jember Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menilai kedatangan mahasiswa, pendamping dan ofisial dalam jumlah besar otomatis menciptakan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Mulai dari hotel, kuliner, transportasi hingga perdagangan di sekitar kampus ikut memperoleh peluang dari kegiatan nasional tersebut.
“Ketika ribuan mahasiswa dan pendamping datang ke Jember, tentu ada pergerakan ekonomi yang mengikuti,” demikian inti pesan Rektor UNEJ mengenai dampak kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas akademik. Ketika kampus menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional, manfaatnya juga diharapkan mengalir kepada masyarakat dan perekonomian daerah.
PEKSIMINAS XVIII sendiri mempertemukan kontingen dari 32 provinsi di Indonesia. Data penyelenggaraan mencatat ratusan mahasiswa dan pendamping hadir di Jember dalam rangkaian kegiatan nasional tersebut.
UMKM Didorong Jangan Berhenti Setelah PEKSIMINAS
Bagi pelaku UMKM, kesempatan bertemu konsumen dari berbagai daerah menjadi peluang untuk membangun jaringan baru.
Kepala UPA Percetakan dan Penerbitan UNEJ, Dr. Bambang Aris Kartika, S.S., M.A., menilai Pasar PEKSIMINAS dapat menjadi jembatan antara produk lokal dengan pasar nasional.
Menurutnya, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan UMKM untuk tidak hanya mengejar transaksi sesaat, tetapi juga memperkenalkan identitas produk kepada calon konsumen dari luar Jember.
Ia mendorong pelaku usaha terus melakukan pembenahan, terutama dalam hal kualitas produk, kemasan dan strategi pemasaran agar produk lokal semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Produk UNEJ Bisa Jadi Oleh-Oleh Peserta
Selain UMKM, unit usaha internal UNEJ juga memanfaatkan momentum PEKSIMINAS untuk memperkenalkan berbagai produknya.
Produk-produk tersebut bahkan berpeluang menjadi merchandise atau buah tangan bagi peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Harapannya, setiap peserta yang pulang dari Jember tidak hanya membawa pengalaman mengikuti kompetisi seni, tetapi juga membawa produk yang menjadi pengingat bahwa mereka pernah hadir di Kampus Tegalboto.
Dari Panggung Seni Menuju Pasar Nasional
PEKSIMINAS XVIII akhirnya menghadirkan dampak yang lebih luas dari sekadar kompetisi. Ajang yang berlangsung di UNEJ ini menjadi ruang pertemuan mahasiswa, seni, budaya sekaligus potensi ekonomi daerah.
Dengan adanya Pasar PEKSIMINAS, produk Jember mendapatkan kesempatan tampil di hadapan konsumen potensial dari berbagai wilayah Indonesia.
Tantangannya kini adalah bagaimana kontak yang terbangun selama kegiatan dapat dilanjutkan setelah PEKSIMINAS berakhir.
Jika jejaring tersebut mampu dipelihara, maka sebuah kegiatan mahasiswa berskala nasional tidak hanya menghasilkan juara di bidang seni, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM Jember untuk memperluas pasar hingga ke luar daerah.
PEKSIMINAS XVIII UNEJ sendiri berlangsung dalam rangkaian 7–11 September 2026 dan diikuti peserta dari 32 provinsi. . ***
