Globaltoday.id, LUMAJANG – Keharmonisan dalam keberagaman kembali menjadi wajah Kabupaten Lumajang. Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia memadati Pura Mandara Giri Semeru Agung, Kecamatan Senduro, untuk mengikuti penutupan rangkaian Prosesi Piodalan, Jumat (10/7/2026). Seluruh rangkaian ibadah berlangsung khidmat, aman, dan tertib, mencerminkan kuatnya budaya toleransi yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Lumajang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan beragama sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan, Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma hadir langsung dalam prosesi penutupan tersebut.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari panitia, aparat keamanan, tokoh agama, hingga masyarakat, yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif selama berlangsungnya kegiatan keagamaan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga seluruh rangkaian Prosesi Piodalan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan,” ujar Bunda Indah.
Menurutnya, kelancaran pelaksanaan Piodalan menjadi bukti nyata bahwa semangat saling menghormati antarumat beragama terus terpelihara di Kabupaten Lumajang. Kehidupan masyarakat yang harmonis dinilai menjadi modal penting dalam menjaga persatuan sekaligus menciptakan suasana yang kondusif bagi pembangunan daerah.
Bunda Indah menambahkan, kehadiran ribuan umat Hindu dari Bali, berbagai wilayah di Jawa Timur, hingga luar Pulau Jawa menunjukkan bahwa Senduro telah berkembang menjadi salah satu destinasi spiritual yang memiliki daya tarik nasional.
“Para umat yang datang tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga merasakan keramahan masyarakat Lumajang yang hidup berdampingan dalam suasana damai dan penuh persaudaraan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma turut mengikuti prosesi sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian nilai-nilai keagamaan dan budaya yang menjadi bagian dari identitas Kabupaten Lumajang.
Piodalan sendiri merupakan perayaan sakral yang setiap tahun diperingati sebagai hari jadi Pura Mandara Giri Semeru Agung. Selain menjadi momen penting bagi umat Hindu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat dalam mempererat persaudaraan serta memperkuat semangat kebhinekaan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan akan terus menjaga iklim toleransi dan kebebasan beragama melalui kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai, keberagaman diharapkan terus menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan serta mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.
