Globaltoday.id, LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong organisasi keagamaan agar tidak hanya menjadi pusat syiar Islam, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pelantikan Pengurus Majelis As-Tsuroya Koordinator Wilayah yang berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (10/7/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dan mencakup kepengurusan koordinator wilayah dari Kecamatan Gucialit, Sukodono, Sumbersuko, Tempeh, Pronojiwo, Pasirian, Padang, serta Randuagung.
Suasana pelantikan berlangsung penuh makna dengan dirangkaikan penyerahan santunan kepada 28 anak yatim dan yatim piatu dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Lumajang. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui ceramah dan pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa **Bunda Indah** mengajak seluruh pengurus Majelis As-Tsuroya untuk mengemban amanah dengan penuh keikhlasan serta menjadikan organisasi sebagai wadah yang mampu mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat berbagi.
“Pelantikan ini bukan sekadar pengukuhan kepengurusan, tetapi juga awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat. Saya berharap Majelis As-Tsuroya mampu menjadi pelopor dakwah yang menyejukkan sekaligus menggerakkan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi umat,” ujarnya.
Bunda Indah juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap anak-anak yatim sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, kepedulian kepada mereka merupakan implementasi nilai-nilai keagamaan sekaligus wujud solidaritas sosial yang harus terus dipelihara.
“Anak-anak yatim adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, berprestasi, dan kelak mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, serta Kabupaten Lumajang,” tuturnya.
Ia menilai organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Selain membina kehidupan spiritual, organisasi seperti Majelis As-Tsuroya juga dapat menjadi penggerak pendidikan keagamaan, kegiatan kemanusiaan, budaya gotong royong, hingga pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan berbagai organisasi keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai religius, toleransi, dan kebersamaan.
Dengan kepengurusan baru yang telah terbentuk, Majelis As-Tsuroya diharapkan semakin aktif menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mempererat persaudaraan, memperluas gerakan sosial, serta menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan Kabupaten Lumajang yang harmonis, religius, dan penuh kepedulian.
