Globaltoday.id, Malang – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan vokasi terus dilakukan melalui program pemagangan industri bagi instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Salah satunya diikuti oleh instruktur LKP Global Institute Lumajang yang melaksanakan magang industri bidang Engine Scan Diagnosis di Bengkel Mobil Metro Auto Care, Kabupaten Malang.
Kegiatan pemagangan tersebut merupakan bagian dari Program Peningkatan Kompetensi Instruktur LKP Berbasis Industri yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang.
Sebelum diterjunkan ke dunia industri, para peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan intensif bersama mentor BBPPMPV BOE selama satu minggu, mulai 8 hingga 13 Juni 2026. Selanjutnya, para instruktur melaksanakan magang industri pada 15–18 Juni 2026 di berbagai perusahaan dan bengkel mitra yang telah ditunjuk.
Salah satu lokasi pemagangan adalah Metro Auto Care, bengkel spesialis perawatan dan perbaikan kendaraan yang beralamat di Jalan Ongkowijoyo Nomor 60 B, Bunton, Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Sebanyak tiga instruktur dari LKP Global Institute Lumajang mendapat kesempatan belajar langsung di bengkel tersebut guna memahami budaya kerja, standar operasional prosedur (SOP), pelayanan pelanggan, hingga perkembangan teknologi otomotif terkini yang digunakan di dunia usaha dan industri.
Menurut para peserta, pengalaman magang di industri memberikan wawasan yang jauh lebih luas dibandingkan hanya belajar di ruang kelas.


Salah satu peserta magang, Danial Fakhrudin, mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Selama empat hari magang di sini saya merasa sangat senang. Tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis tentang engine scan diagnosis dan perbaikan kendaraan modern, tetapi juga mendapatkan ilmu nonteknis seperti manajemen bengkel, strategi pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga cara membangun loyalitas konsumen,” ujar Danial.
Ia menambahkan, ada salah satu SOP kerja yang menurutnya menjadi keunggulan Metro Auto Care dibandingkan banyak bengkel lain.
“Setiap kendaraan yang selesai diperbaiki akan dicuci body dan ruang mesinnya terlebih dahulu sebelum diserahkan kepada pelanggan. Hasilnya mobil terlihat lebih bersih, rapi, dan profesional saat keluar dari bengkel. Hal sederhana seperti ini ternyata memberikan kesan positif bagi konsumen,” tambahnya.
Belajar Budaya Kerja Industri yang Sesungguhnya
Program magang industri ini dirancang agar instruktur kursus tidak hanya menguasai teori dan praktik teknis, tetapi juga memahami budaya kerja yang berlaku di dunia industri.
Dengan demikian, ketika kembali mengajar di lembaga kursus, para instruktur dapat mentransfer pengalaman nyata kepada peserta didik mengenai disiplin kerja, etika profesi, keselamatan kerja, pelayanan pelanggan, serta standar kualitas yang diterapkan perusahaan.

Koordinator program, Alpha Rossiandy, menjelaskan bahwa kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri harus terus diperkecil agar lulusan kursus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Melalui pemagangan ini, instruktur diharapkan mampu memperbarui materi pembelajaran agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan modern yang saat ini semakin mengandalkan sistem elektronik dan komputerisasi.
Dari Bengkel Keliling Menjadi Bengkel Rujukan
Sementara itu, Owner Metro Auto Care, Afandi Kusuma, menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari nol hingga mampu berkembang menjadi salah satu bengkel rujukan di wilayah Malang Raya.
Menurut Afandi, lokasi bengkel yang berada di kawasan perumahan dan tidak berada di jalan utama menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan usaha.
“Metro Auto Care ini bukan berada di pinggir jalan raya utama, melainkan masuk ke area perumahan. Kalau saya tidak memiliki strategi yang berbeda dan nilai tambah dibandingkan bengkel lain, tentu akan sulit bertahan,” ungkapnya.
Afandi menjelaskan bahwa sebelum mendirikan bengkel permanen pada tahun 2019, dirinya terlebih dahulu menjalani profesi sebagai mekanik freelance atau bengkel keliling selama kurang lebih tujuh tahun.
Berkat kepercayaan pelanggan dan dukungan keluarga, ia kemudian memberanikan diri membangun bengkel sendiri yang kini terus berkembang.
“Alhamdulillah sampai sekarang masih dipercaya pelanggan. Kuncinya adalah jujur, memberikan pelayanan terbaik, terus belajar teknologi baru, dan menjaga hubungan baik dengan konsumen,” katanya.
Kepercayaan pelanggan tersebut salah satunya datang dari Wijayadi, warga Bandulan, kota Malang yang mengaku telah menjadi pelanggan setia Metro Auto Care selama empat tahun lebih.
Menurutnya kualitas pelayanan yang konsisten menjadi alasan utama dirinya selalu mempercayakan perawatan kendaraan di bengkel tersebut.
” Saya sudah sekitar empat tahun servis mobil di sini. Yang membuat daya nyaman bukan hanya hasil pekerjaannya yang rapi, tetapi juga pelayanannya yang ramah dan jujur. Kalau ada kerusakan dijelaskan secara detail terlebih dahulu sebelum dikerjakan, jadi pelanggan paham apa yang dikerjakan,” kata Wijayadi saat ditemui di ruang tunggu bengkel.
Ia juga mengapresiasi kebiasaan bengkel yang selalu menyerahkan kendaraan dalam kondisi bersih setelah proses servis selesai.
” Mobil selesai diperbaiki lalu dicuci sampai bersih, itu membuat pelanggan merasa dihargai. Hal sederhana seperti ini justru menjadi nilai lebih yang membuat saya tetap kembali ke sini,” ungkapnya.
Menurut Wijayadi, keberadaan Metro Auto Care membuktikan bahwa lokasi bukan faktor utama dalam menjalankan usaha.
” Meski berada di perumahan, pelanggan tetap datang karena kulaitas pekerjaan dan pelayanannya. Reputasi yang baik dari mulut ke mulut ternyata sangat efektif,” tambahnya.
Menyiapkan Instruktur yang Siap Menghadapi Industri 4.0
Selain mempelajari penggunaan alat scan diagnostik kendaraan modern, para peserta magang juga diperkenalkan dengan sistem manajemen bengkel berbasis digital, pengelolaan stok suku cadang, penjadwalan servis pelanggan, hingga strategi pemasaran melalui media sosial.
Materi-materi tersebut dinilai sangat penting mengingat industri otomotif saat ini telah memasuki era digitalisasi yang menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi teknis sekaligus kemampuan manajerial.
Direktur LKP Global Institute, Setyo Widanaryanti berharap pengalaman yang diperoleh para instruktur selama magang dapat menjadi bekal berharga dalam meningkatkan mutu pelatihan di lembaga.
“Kami ingin peserta kursus tidak hanya mampu memperbaiki kendaraan, tetapi juga memahami budaya industri, pelayanan pelanggan, dan peluang kewirausahaan di bidang otomotif. Karena itulah program magang industri seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas instruktur,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara BBPPMPV BOE Malang dan dunia industri seperti Metro Auto Care, diharapkan lahir instruktur-instruktur vokasi yang kompeten, adaptif, dan mampu mencetak tenaga kerja profesional yang siap bersaing di era industri modern.






