Globaltoday.id, Malang – Kamis, 11 Juni 2026 – Transformasi pendidikan vokasi menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, S.Sos, M.Ed, Phd saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di BBPPMPV BOE Malang.
Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari kepala sekolah, instruktur kursus, guru BK, dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Indonesia, Tatang menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan otomatisasi industri yang kini mengubah wajah dunia kerja secara fundamental.
“Pendidikan vokasi tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Kita harus menyiapkan lulusan yang relevan, adaptif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja yang sangat cepat,” tegasnya.
Dalam paparannya, Tatang memperkenalkan konsep **Transformasi Ekosistem Pendidikan Vokasi 2026** yang dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu transformasi tata kelola sekolah, peningkatan kompetensi instruktur dan guru, serta penguatan layanan bimbingan konseling bagi peserta didik.
Tiga Pilar Transformasi Vokasi
Menurut Tatang, transformasi pertama dimulai dari kepala sekolah yang harus mampu membaca kebutuhan pasar kerja dan memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Pilar kedua menempatkan instruktur kursus dan guru sebagai motor perubahan melalui program upskilling dan reskilling berbasis industri, penguasaan teknologi digital, Internet of Things (IoT), Engineering System Design (ESD), pembelajaran berbasis proyek, serta sertifikasi kompetensi industri.
Sementara pilar ketiga adalah penguatan peran guru BK dalam membangun ketahanan mental, kesehatan psikologis, dan kemampuan adaptasi peserta didik menghadapi perubahan dunia kerja.
Literasi Baru Jadi Kunci Daya Saing
Dalam sesi berikutnya, Tatang menyoroti pentingnya penguasaan literasi baru bagi generasi muda Indonesia.
Menurutnya, literasi saat ini tidak lagi sekadar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi harus mencakup:
* Literasi Data
* Literasi Teknologi
* Literasi Manusia (Humanities)
“Lulusan yang kompetitif adalah mereka yang mampu mengolah data, memahami teknologi, sekaligus memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan empati yang baik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kecerdasan buatan tidak akan menggantikan manusia sepenuhnya, namun manusia yang tidak mampu memanfaatkan teknologi akan tertinggal.
Kolaborasi Menjadi Kunci
Tatang juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pendidikan vokasi yang kuat.
Melalui konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan Pendidikan, dan Wirausaha), lulusan pendidikan vokasi diharapkan memiliki banyak pilihan masa depan dan tidak hanya bergantung pada satu jalur karier.
“Vokasi yang kuat hanya bisa dibangun melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, sekolah, lembaga kursus, perguruan tinggi, dan dunia industri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa strategi transformasi harus didukung oleh proses bisnis yang terintegrasi, jejaring kolaborasi yang luas, budaya organisasi yang adaptif, serta komunikasi dan branding yang kuat.
Siapkan SDM Indonesia Emas 2045
Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari rangkaian program peningkatan kompetensi yang diselenggarakan BBPPMPV BOE Malang sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia vokasi Indonesia. BBPPMPV BOE sendiri memiliki mandat untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
Melalui transformasi yang tengah dijalankan, pemerintah berharap pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan siap bersaing di tingkat global.
“Kolaborasi untuk vokasi kuat, menguatkan Indonesia,” menjadi pesan utama yang disampaikan Tatang Muttaqin dalam kuliah umum tersebut.






