Globaltoday.id, Bojonegoro – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menandai babak baru dalam tata kelola haji nasional. Untuk pertama kalinya, pengelolaan haji dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang berdiri terpisah dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Di tingkat daerah, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bojonegoro mulai menjalankan peran strategis dalam mempersiapkan keberangkatan jamaah. Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Bojonegoro, DR. H. Muh. Abdullah Hafith, S.Ag S.H.M.H.I menyampaikan bahwa jamaah haji asal Bojonegoro dijadwalkan berangkat pada 1 Mei 2026.
Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi, pelaksanaan manasik, hingga kesiapan teknis keberangkatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
Lebih lanjut, lelaki yang dilantik menjadi kepala kemetrian haji Kabupaten Bojonegoro sejak Nopember 2025 ini menjelaskan bahwa jumlah jamaah haji Kabupaten Bojonegoro tahun ini mencapai 1.745 orang. Jumlah tersebut terbagi dalam enam kelompok terbang (kloter), yakni kloter 37, 38, 39, 40, 41, dan 42.
Untuk pembagian kloter, jamaah pada kloter 37 akan bergabung dengan jamaah dari Lamongan. Sementara itu, kloter 38 hingga 42 akan tergabung bersama jamaah dari Gresik.
Namun demikian, jumlah jamaah tersebut masih bersifat dinamis. Pihaknya menyebutkan bahwa kemungkinan perubahan tetap ada apabila terdapat calon jamaah yang berhalangan tetap.
Sebagai tahun pertama pelaksanaan di bawah kementerian baru, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Pemerintah berharap perubahan kelembagaan ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi jamaah haji Indonesia.(oem)
