Desa Condro Gaspol Menuju Desa Berseri: Studi Tiru ke DLH, BUMDes Siap Kelola Sampah Jadi Sumber PADes

Jawa Timur, Lumajang42 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – Pemerintah Desa Condro bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pengurus BUMDes melakukan kunjungan studi tiru ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Kamis (5/3/2026). Kunjungan ini menjadi langkah strategis menuju terwujudnya Desa Berseri (Bersih dan Lestari) sekaligus penguatan ekonomi sirkular berbasis desa.

Rombongan diterima jajaran DLH dan mendapatkan pemaparan komprehensif terkait tata kelola persampahan, mulai dari pemilahan dari sumber, sistem bank sampah, hingga pengolahan bernilai ekonomis.

Desa Wisata Butuh Lingkungan Bersih

Kepala Desa Condro, Supirno, S.Sos, menyampaikan bahwa arah pembangunan desa kini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga kualitas lingkungan.

“Kalau kita ingin desa berkembang, apalagi menuju desa wisata, kebersihan adalah fondasi utama. Sampah tidak boleh lagi jadi beban, tapi harus jadi peluang,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang terstruktur akan mendukung citra desa sekaligus membuka ruang usaha baru melalui BUMDes.

BUMDes Siap Bentuk Unit Usaha Sampah

Pengurus BUMDes menyatakan kesiapan membentuk unit usaha pengelolaan sampah dengan skema ekonomi sirkular, yakni sistem yang memutar kembali limbah menjadi produk bernilai.

Model yang dipelajari dari DLH meliputi:

* Bank sampah berbasis RT/RW

* Pengolahan sampah organik menjadi kompos

* Pemilahan plastik dan anorganik untuk dijual ke pengepul

* Edukasi masyarakat tentang 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

Dengan pendekatan ini, sampah tidak lagi berakhir di TPA, tetapi menjadi sumber pendapatan desa (PADes).

Peran BPD dan Regulasi Desa

BPD Desa Condro menegaskan dukungan penuh terhadap penyusunan regulasi desa tentang pengelolaan sampah.

“Tanpa aturan yang jelas, program tidak akan berjalan konsisten. Kami siap mengawal dari sisi kebijakan,” ujar perwakilan BPD.

DLH Kabupaten Lumajang menekankan pentingnya:

* Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah

* Sistem iuran operasional yang transparan

* Pembentukan kader lingkungan

* Monitoring dan evaluasi rutin

Menuju Desa Berseri Berkelanjutan

Program Desa Berseri menuntut perubahan pola pikir masyarakat. Tidak hanya membersihkan, tetapi juga mengelola dan memanfaatkan.

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen penyusunan roadmap pengelolaan sampah Desa Condro tahun 2026, termasuk target pembentukan bank sampah desa dan pilot project pemilahan di beberapa RT.

Dengan kolaborasi Pemdes, BPD, BUMDes, dan dukungan DLH, Desa Condro optimistis mampu menjadi salah satu desa percontohan Desa Berseri di Lumajang.

Langkah kecil dari studi tiru ini diharapkan menjadi pijakan besar menuju desa yang bersih, produktif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *