Bupati Lumajang: Tradisi Ngeliwet Cerminkan Filosofi Kepemimpinan yang Membumi

Jawa Timur, Lumajang129 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa tradisi ngeliwet bukan sekadar kegiatan makan bersama, melainkan mengandung filosofi kepemimpinan yang sarat nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur sebagai fondasi membangun pemerintahan yang rukun dan harmonis.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat mengikuti kegiatan ngeliwet bersama para gus pesantren dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, Senin malam (26/1/2026).

Dalam suasana lesehan yang sederhana dan penuh keakraban, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah membaur tanpa sekat bersama seluruh peserta. Menurutnya, momen kebersamaan seperti ini memiliki makna strategis karena menghadirkan ruang komunikasi yang egaliter, terbuka, dan penuh kehangatan.

“Ngeliwet ini bukan hanya soal makan bersama, tetapi tentang kebersamaan. Ketika semua duduk sejajar, menikmati hidangan yang sama, di situlah nilai kesetaraan, rasa syukur, dan persaudaraan tumbuh. Inilah fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang rukun dan harmonis,” ujar Bunda Indah.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan program, tetapi juga melalui keteladanan dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Kesederhanaan dalam tradisi ngeliwet, menurutnya, mengajarkan pemimpin untuk tetap membumi, dekat dengan masyarakat, serta membuka ruang dialog tanpa jarak.

“Pemimpin harus hadir, menyatu, dan mau mendengar. Dari kebersamaan inilah lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan itulah sinergi bisa terbangun dengan kuat,” tegasnya.

Bunda Indah juga menilai nilai-nilai pesantren yang tercermin dalam tradisi ngeliwet sangat relevan dengan tata kelola pemerintahan modern. Kebersamaan, keikhlasan, dan rasa syukur disebutnya sebagai modal sosial penting dalam menjaga stabilitas, memperkuat persatuan, serta memperlancar pelaksanaan pembangunan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa filosofi ngeliwet sejalan dengan semangat kolaborasi lintas unsur yang terus dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, kebersamaan lintas elemen menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan daerah sekaligus memperkuat koordinasi antar lembaga.

Dengan kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap nilai-nilai lokal dan kearifan budaya terus menjadi roh dalam kepemimpinan dan penyelenggaraan pemerintahan Bu di daerah.