DPRD Dukung Pemprov Jatim Perluas Program SIKAP: Nilai Konsep Cerdas dan Relevan

Globaltoday.id, Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat peran sekolah dalam mendukung ketahanan pangan melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Program ini mendorong sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran akademik, tetapi juga wahana pembentukan karakter kemandirian, kepedulian lingkungan, dan kewirausahaan peserta didik.

Hingga awal 2026, program SIKAP telah diikuti oleh 754 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur. Program ini mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekolah untuk kegiatan produktif, seperti pertanian dan pengelolaan pangan berkelanjutan.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Dra. Sri Untari, MAP, menilai program SIKAP sebagai langkah cerdas dan relevan dengan kondisi generasi saat ini. Menurutnya, anak-anak sekarang terlalu disibukkan dengan gawai sehingga semakin jauh dari alam.

“Padahal kita hidup di bumi, menghirup udara dari alam, dan makan dari hasil bumi. Program ini mengingatkan kita pada masa lalu,” ujarnya.

Sri Untari mengenang pengalaman sekolahnya pada era 1970-an, ketika lahan SD dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan bercocok tanam. “Dulu kami diajari menanam sayuran seperti lombok, terong, tomat, hingga ketela rambat. Tidak ada sejengkal tanah yang dibiarkan kosong. Dulu ada pelajaran memasak sehingga saat pelajaran memasak, bahannya diambil dari kebun sekolah,” tuturnya.

Menurutnya, konsep SIKAP memungkinkan siswa kembali ke alam, mengenal langsung berbagai jenis tanaman pangan, mulai dari sayuran daun, sayuran buah, umbi-umbian, hingga buah-buahan seperti melon dan semangka. “Hasilnya bisa dijual ke wali murid atau bahkan bekerja sama dengan program MBG untuk memasok kebutuhan dapur,” tambahnya.

DPRD Jawa Timur, kata Sri Untari, siap mendukung penuh program SIKAP karena dinilai sejalan dengan upaya penguatan pendidikan karakter, ketahanan pangan, dan ekonomi berbasis sekolah.