Tari Rondhing Vilka dan teman-teman Meriahkan Tarèka Ngèmodhi Ngolang Taon Sè Kapèng 7 Ghâlimpo’ Dhu’remmek di Pendopo Pamekasan

Jawa Timur, Lumajang199 Dilihat

Globaltoday.id, PAMEKASAN – Penampilan Vilka Arkana Arsyka, siswi SDN Potoan Laok 1 Kecamatan Palengaan, berhasil memukau para tamu undangan dalam acara Tarèka Ngèmodhi Ngolang Taon Sè Kapèng 7 Ghâlimpo’ Dhu’remmek yang digelar di Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan, Senin malam (29/12/2025).

Bersama rekan-rekannya dari Sanggar Seni Makan Ati, Vilka tampil penuh energi membawakan Tari Rondhing. Gerakan yang dinamis serta semangat para penari cilik tersebut mendapat apresiasi dari seluruh undangan yang hadir dan menjadi salah satu penampilan yang mencuri perhatian malam itu.

Kegiatan budaya ini mengusung tema “Malandhu Bhudhājā, Majhurbhu Bhasa Madhura”, sebagai bentuk komitmen bersama dalam melestarikan bahasa dan budaya Madura di tengah derasnya arus budaya global.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, Wakil Ketua DPRD, perwakilan Kejaksaan, Polres, Dandim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Camat Pamekasan, para budayawan, seluruh kepala sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Pamekasan, anggota Ghâlimpo’ Dhu’remmek, serta tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat dan motivasi baru dalam upaya pelestarian budaya daerah.

“Semoga semua program yang telah dilaksanakan dapat menumbuhkan semangat baru dalam melestarikan budaya tari daerah, khususnya bahasa dan sastra Madura, di tengah derasnya arus budaya global saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal sebagai benteng moral masyarakat.

“Dalam rangka mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal, yaitu bahasa dan sastra Madura, saya percaya kegiatan ini mampu melahirkan ketahanan budaya di tengah pengaruh budaya global yang terus menggerus kearifan lokal,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, mengaku bangga dapat berkumpul bersama para pelestari budaya Madura.

“Dengan adanya Ghâlimpo’ Dhu’remmek, insyaallah bahasa dan budaya Madura tidak akan musnah atau hilang,” katanya.

Di sisi lain, Vilka Arkana Arsyka mengungkapkan rasa bahagianya usai tampil di hadapan para pejabat daerah.

“Saya sangat senang bisa tampil menari di depan Bupati dan Wakil Bupati. Ini pengalaman pertama saya tampil di acara sebesar ini,” ucap Vilka dengan penuh antusias.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat pelestarian bahasa, sastra, dan seni budaya Madura terus tumbuh dan mengakar, khususnya di kalangan generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *