Globaltoday.id, PAMEKASAN – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtamak Pamekasan sukses menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-9 Program Sarjana (S1) pada Minggu (21/12/2025). Bertempat di Hotel Azana Pamekasan, sebanyak 38 wisudawan dan wisudawati dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) resmi dikukuhkan dalam suasana yang khidmat dan penuh syukur.
Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mujtamak Islami, K.H. Amir Fawwas Abdul Ghofur, serta Ketua STAI Al-Mujtamak, K.H. M. Faik Abdul Ghofur. Turut hadir sebagai tamu kehormatan, K.H. Dr. Hasan Ubaidillah, yang memberikan orasi ilmiah serta motivasi bagi para lulusan.
Pencapaian Akreditasi dan Target Transformasi
Dalam sambutannya, Ketua STAI Al-Mujtamak, K.H. M. Faik Abdul Ghofur, menyampaikan laporan capaian institusi yang signifikan sepanjang tahun 2025. Ia menegaskan bahwa kampus telah berhasil menuntaskan proses akreditasi untuk seluruh program studi.
“Alhamdulillah, tahun 2025 ini STAI Al-Mujtamak telah menyelesaikan akreditasi seluruh program studi. Proses ini tuntas beberapa bulan lalu, ditutup dengan akreditasi Prodi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) dari total lima prodi yang kami kelola,” ungkapnya.
Keberhasilan ini menjadi fondasi kuat bagi institusi untuk naik kelas. Beliau pun memohon doa restu kepada seluruh hadirin agar pada tahun mendatang, STAI Al-Mujtamak dapat bertransformasi meningkatkan statusnya dari Sekolah Tinggi menjadi Institut.
Komitmen Sebagai “Kampus Al-Qur’an”
Lebih lanjut, pimpinan kampus menekankan bahwa jati diri utama STAI Al-Mujtamak adalah sebagai “Kampus Al-Qur’an”. Beliau mengibaratkan pengembangan kurikulum dan visi kampus seperti sebuah pesawat yang sedang terbang menuju satu koordinat utama, penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat dan berbasis wahyu.
Dengan pengukuhan 38 sarjana baru ini, STAI Al-Mujtamak berharap para alumni tidak hanya sekadar menyandang gelar akademik, tetapi mampu menjadi penggerak peradaban yang berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an di tengah dinamika masyarakat modern.
