Gubernur Khofifah dan Bunda Indah Tinjau Infrastruktur Kritis Semeru, Pastikan Jalur Vital Aman dan Siap Hadapi Situasi Darurat

Jawa Timur, Lumajang241 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik infrastruktur vital di kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru, Kamis (20/11/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas strategis tetap aman, berfungsi optimal, dan siap mendukung mobilitas warga serta distribusi bantuan.

Salah satu lokasi prioritas adalah Jembatan Gladak Perak, jalur utama yang menjadi nadi transportasi masyarakat dan logistik antarwilayah. Pemeriksaan detail dilakukan untuk mendeteksi kerusakan sekecil apa pun, sehingga dapat segera ditangani sebelum menimbulkan risiko besar seperti kemacetan, kecelakaan, atau tersendatnya aliran bantuan kemanusiaan.

Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya mitigasi cepat dan terukur pada seluruh fasilitas vital pasca-erupsi.

“Kerusakan kecil saja bisa berdampak besar pada mobilitas warga dan distribusi bantuan. Karena itu, tindakan cepat dan presisi menjadi kunci untuk menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya saat mengecek kondisi jembatan di Kecamatan Candipuro.

Sementara itu, Bunda Indah menyampaikan bahwa Pemkab Lumajang terus melakukan pemantauan rutin terhadap seluruh infrastruktur kritis di area terdampak, bekerja sama dengan Balai Besar dan Dinas Pekerjaan Umum.

“Kami memastikan jalan utama, jembatan, fasilitas publik, dan jalur evakuasi berada dalam kondisi aman digunakan serta siap mendukung operasi tanggap darurat,” jelasnya.

Pemkab Lumajang juga melakukan verifikasi langsung terhadap temuan kerusakan. Apabila ditemukan indikasi titik rawan, penanganan segera dilakukan agar tidak menghambat aktivitas warga maupun distribusi bantuan logistik yang sedang berlangsung.

Langkah sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten ini menegaskan komitmen kuat dalam menjaga keselamatan dan menjaga aksesbilitas masyarakat. Selain itu, respons cepat di lapangan diharapkan mampu mempercepat upaya pemulihan pasca-bencana.

“Keselamatan dan kelancaran mobilitas warga bukan pilihan, tetapi kewajiban yang harus dijaga dalam setiap tindakan mitigasi,” tegas Bunda Indah.