Dinkes Lumajang Tegaskan Standar Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis Harus Setara Regulasi Internasional

Jawa Timur, Lumajang241 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang — Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (Dinkes dan P2KB) Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah, menegaskan bahwa seluruh penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib menerapkan standar keamanan pangan yang sejalan dengan regulasi internasional.

Penegasan tersebut disampaikan dr. Rosyidah saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Program MBG yang berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para mitra kerja, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta lembaga pendidikan penerima manfaat program MBG.

Menurut dr. Rosyidah, keamanan pangan merupakan pilar utama keberhasilan program MBG, sebab hal itu menyangkut keselamatan dan tumbuh kembang anak-anak. Ia menegaskan, penerapan standar internasional bukan sekadar pilihan, tetapi kewajiban moral dan profesional bagi seluruh penyelenggara program.

“Yang kita layani adalah anak-anak. Kita tidak boleh main-main dengan keamanan pangan. Semua proses harus mengikuti standar global agar setiap makanan yang disajikan benar-benar aman dan bergizi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerapan standar keamanan pangan dilakukan secara menyeluruh — dari hulu hingga hilir, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian.

Setiap Tempat Pengolahan Pangan (TPP) yang terlibat dalam program MBG wajib memiliki izin usaha jasa boga golongan B serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“SLHS bukan formalitas. Itu bukti bahwa tempat pengolahan memenuhi syarat higienis dan sanitasi, sesuai standar global yang diterapkan di banyak negara,” ujarnya.

dr. Rosyidah juga menambahkan, penerapan standar keamanan pangan internasional merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat.

Dengan pengawasan yang ketat, Dinkes Lumajang berupaya memastikan setiap menu MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga diproduksi di lingkungan yang sehat, bersih, dan terkontrol.

“Kalau makanan yang kita sajikan tidak aman, maka tujuan program ini gagal. Kita ingin memastikan bahwa setiap suapan yang masuk ke mulut anak-anak adalah makanan yang sehat, bersih, dan layak konsumsi,” imbuhnya.

Sebagai penutup, dr. Rosyidah menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga pengolah makanan melalui pelatihan dan sertifikasi, agar kualitas penyajian makanan bergizi di Lumajang semakin meningkat dan berkelanjutan.