Maxytani Semprot Sawah Pakai Drone, Tawarkan Revolusi Pertanian di Lumajang

Jawa Timur, Lumajang426 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – Pertanian Indonesia terus bergerak menuju era modern. Hal ini tampak dari aksi Maxytani, perusahaan berbasis teknologi pertanian, yang pada Senin, 21 Juli 2025, melakukan penyemprotan hama wereng menggunakan drone di lahan persawahan milik Kebun Benih Labruk, Lumajang, seluas 2 hektare.

Dengan tagline “Bring Technology Closer to Farmer”, Maxytani ingin mengubah cara pandang petani Indonesia—dari sistem konvensional menuju pertanian modern berbasis teknologi. Penyemprotan insektisida menggunakan drone tersebut hanya memakan waktu 30–40 menit hingga tuntas.

Salah satu petugas Maxytani, Dadang, saat diwawancarai awak media menjelaskan bahwa penyemprotan dilakukan rutin setiap 2–3 minggu. “Kami melakukan penyemprotan insektisida, fungisida, dan nutrisi untuk merawat tanaman padi agar tumbuh optimal,” jelasnya.

Di Lumajang sendiri, kemitraan Maxytani masih terbatas, yakni dengan Kebun Benih Labruk dan Rowokangkung. Zazuli, yang juga petugas Kebun Benih Labruk, menjadi penanggung jawab lahan sekaligus perwakilan Maxytani di wilayah ini.

Menurut Dadang, untuk bisa bermitra dengan Maxytani, petani idealnya memiliki lahan minimal 5 hektare. “Tapi kalau belum, dua hektare pun boleh. Yang penting ada niat untuk maju,” tegasnya.

Tak hanya penyemprotan, program kemitraan Maxytani mencakup keseluruhan proses pertanian mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga panen dengan mesin combine harvester. Maxytani bertekad mengganti tenaga manusia dengan teknologi dalam rangka meningkatkan efisiensi dan hasil panen.

Dengan langkah ini, Maxytani berharap dapat menjadi pionir dalam revolusi pertanian digital di Indonesia—mewujudkan petani yang sejahtera melalui teknologi.                                          ( Dodik )