Bunda Indah Resmikan SIPENA LUSI: Langkah Progresif Lumajang dalam Melindungi Warga Rentan dari Bencana

Lumajang340 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang, 12 Juni 2025 — Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi ancaman bencana dengan pendekatan inklusif dan manusiawi. Bertempat di Gedung PKK, Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) meresmikan *SIPENA LUSI (Sistem Penanggulangan Bencana Inklusif Lumajang)*, sebuah terobosan baru yang dirancang untuk menjamin keselamatan kelompok rentan di wilayah rawan bencana.

 

Dalam pidatonya, Bunda Indah menekankan bahwa Lumajang adalah salah satu daerah dengan risiko bencana paling tinggi di Jawa Timur. Dengan keberadaan Gunung Semeru yang aktif, garis pantai selatan yang rentan tsunami, serta kawasan pegunungan yang rawan longsor, menurutnya pendekatan mitigasi harus dirancang dengan prinsip inklusivitas.

 

> “Saya tegaskan tidak boleh ada lagi aktivitas tambang di wilayah pantai selatan. Itu bertentangan dengan semangat perlindungan dan keselamatan. Kita harus sadar risiko dan menjaga harmoni dengan alam,” ujar Bunda Indah tegas.

 

Ia juga menyoroti pentingnya memberi perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil. Menurutnya, mereka bukan hanya perlu diselamatkan lebih dahulu saat bencana, tapi juga harus diberdayakan agar tangguh menghadapi situasi darurat.

 

> “Inklusi bukan hanya soal diberi perlindungan, tapi juga diberi pemahaman dan pelatihan agar siap menghadapi risiko,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang **Patria Dwi Hastiadi** menjelaskan bahwa SIPENA LUSI merupakan hasil adaptasi dari kebutuhan lapangan. Sistem ini mengacu pada potensi 14 jenis bencana yang diidentifikasi di Jawa Timur, di mana 12 di antaranya bisa terjadi di Lumajang. Fokus utamanya adalah perlindungan, pelibatan aktif, dan pemberdayaan warga, khususnya kelompok rentan, sejak tahap edukasi hingga simulasi evakuasi.

 

> “Kami tidak ingin ada warga yang tidak tahu harus berbuat apa saat bencana datang. Semua harus terlibat, semua harus paham rute evakuasi,” kata Patria.

 

Peluncuran SIPENA LUSI menandai pergeseran paradigma dalam penanggulangan bencana di Lumajang. Dari yang semula berfokus pada tanggap darurat semata, kini diperluas ke upaya membangun ketahanan sosial dari tingkat individu, keluarga, hingga komunitas.

 

Inovasi ini diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Indonesia dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang adil, adaptif, dan inklusif. Lumajang bergerak dari responsif menjadi proaktif, menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan penanggulangan risiko.

( Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *