Portal Jalan Tamboh Raya Resmi Dibuka: Truk Pasir Bisa Melintas Kembali dengan Aturan Baru

Jawa Timur, Lumajang484 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang, Sabtu, 30 Mei 2025 – Setelah enam hari ditutup, portal yang berada di Jalan Tamboh Raya, Dusun Gentengan, Desa Condro akhirnya resmi dibuka kembali untuk umum, khususnya kendaraan truk bermuatan pasir. Pembukaan ini dilakukan pada Sabtu pagi pukul 08.00 WIB, setelah terbentuknya Kelompok Masyarakat (Pokmas) *Lancar-Amanah* yang diketuai oleh Hariyono.

 

Pembukaan portal disaksikan langsung oleh jajaran pengurus Pokmas, perangkat desa, Kepala Desa Condro, dan ketua paguyuban sopir truk pasir.

 

Portal kini dibuka dengan ketentuan waktu operasional mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Di luar jam tersebut, portal akan ditutup untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga sekitar. Adapun sumbangan untuk melintas ditetapkan antara Rp10.000 hingga Rp15.000 sekali lewat, bergantung pada jenis dan muatan kendaraan.

 

“Pembukaan portal ini adalah hasil kesepakatan bersama demi menjaga kondusifitas wilayah. Pokmas *Lancar-Amanah* akan bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengawasan. Harapan kami tidak ada lagi gesekan di lapangan,” ujar Hariyono, Ketua Pokmas *Lancar-Amanah*.

 

Senada dengan itu, *Ketua Paguyuban Sopir*, Abdullah, menyampaikan apresiasi atas langkah musyawarah ini.

“Dengan dibukanya kembali akses jalan, operasional kami bisa kembali berjalan. Kami juga mendukung penuh aturan jam buka-tutup dan sumbangan yang diberlakukan,” katanya.

 

*Kepala Desa Condro*, Supirno, menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif.

“Ini bukan hanya soal membuka portal, tapi tentang membangun komunikasi yang sehat dan saling menghargai. Saya minta semua pihak menjaga kesepakatan ini agar wilayah kita tetap aman dan damai.”

 

Salah satu warga Dusun Gentengan, *Gonot (55)*, mengaku lega dengan keputusan ini.

“Yang penting ada aturan jelas, dan warga tidak dirugikan. Kalau truk lewat tertib dan jamnya diatur, insyaallah kami tidak keberatan,” ujarnya.

 

Dengan dibukanya portal ini, warga berharap tidak ada lagi konflik antara pengemudi truk dan masyarakat. Kondusifitas lingkungan kini menjadi tanggung jawab bersama demi kepentingan seluruh pihak.

( Dodik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *