Makna Idul Fitri: Drs. H. Sutrisno Ajak Jamaah Reset Hati Dan Kembali ke Fitrah

Jawa Timur, Lumajang702 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang, 31 Maret 2025 – Dalam suasana yang khidmat dan penuh rasa syukur, Masjid Baitur Rohman Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi saksi terselenggaranya khutbah Idul Fitri 1446 H yang bertema “Makna dibalik Idul Fitri”. Khotib Drs. H. Sutrisno menyampaikan pesan mendalam bahwa Idul Fitri merupakan momentum untuk mengembalikan jiwa menjadi bersih dan suci, ibarat sebuah HP yang telah diriset kembali sehingga tampil seperti baru dan belum pernah digunakan.

Dalam khutbahnya, Drs. H. Sutrisno menekankan bahwa perayaan Idul Fitri bukan sekadar ajang silaturahmi atau perayaan sosial, melainkan momen spiritual untuk melakukan refleksi diri dan pembaruan keimanan. “Idul Fitri adalah waktu dimana setiap insan diharapkan untuk kembali kepada kondisi semula, kembali kepada fitrah yang murni, layaknya sebuah perangkat elektronik yang melalui proses reset, sehingga kembali seperti baru,” ungkap beliau dengan penuh keyakinan.

Beliau juga mengutip ayat suci Alquran seperti yang dinyatakan dalam surah Ar-Rum ayat 30, kembali ke fitrah adalah makna Idul Fitri.

لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ

Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Selain itu, kata “fitrah” berarti kembali ke sifat bawaan seseorang, yaitu bersih dan suci, setelah melakukan berbagai amalan selama bulan Ramadhan. Dengan demikian, orang-orang yang telah berusaha membersihkan dan menyucikan diri mereka sendiri dapat dianggap kembali ke fitrah. Lebih dalam lagi Surat tersebut mengandung makna tentang penyucian jiwa, menyatakan bahwa pesan tersebut mengajak umat untuk membersihkan hati dari segala noda kesalahan dan kembali menjalani hidup dengan semangat baru dan penuh keikhlasan. “Pesan dari ayat tersebut mengajarkan kita bahwa dalam setiap akhir terdapat awal yang baru, ketika kita membuang beban dosa dan kesalahan, jiwa kita kembali bersih, murni, dan siap untuk menapaki kehidupan dengan optimisme,” tambahnya.

Suasana khidmat semakin terasa ketika jamaah mendengarkan dengan seksama setiap kalimat yang disampaikan oleh Khotib. Keberadaan masjid yang sederhana namun penuh makna turut menambah kesan spiritual dalam perayaan Idul Fitri kali ini. Masyarakat Desa Condro dan sekitarnya tampak antusias menyambut pesan-pesan positif yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari pasca perayaan.

Khutbah yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit tersebut ditutup dengan doa bersama, berharap agar semangat penyucian jiwa dan pembaruan diri yang diusung dalam tema Idul Fitri dapat terus membara dalam setiap langkah kehidupan. Khotib Drs. H. Sutrisno pun mengajak seluruh jamaah untuk selalu mengingat bahwa setiap perayaan merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Perayaan Idul Fitri 1446 H di Masjid Baitur Rohman Desa Condro tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga sebagai momentum penting dalam membangun kesadaran spiritual masyarakat untuk hidup dalam kedamaian dan keikhlasan. ( Dodik)