Keluarga Korban “Persekusi” Minta Pihak Berwajib Usut Sampai Tuntas

Headline, Seluma691 Dilihat

Seluma, Globaltoday- Selama lebih dari tiga Minggu setelah kejadian meninggalnya Almarhum Hendri Anwar (32) dirumah orang tuanya dan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Tanah Lupis Kecamatan Seluma, keluarga korban menaru kecurigaan terhadap kematian Hendri Anwar tersebut.

Pada awalnya tidak ada kecurigaan terhadap kematian Hendri, namun setelah keluarga korban membuka folder Handphone milik Hendri hal yang ditemukan membuat keluarga sangat syok dan terkejut.

Saat dikonfirmasi awak media Kamis, (16/3/2023) keluarga korban menyampaikan, bahwa diduga kuat Hendri Anwar merupakan korban persekusi dan intimidasi dari para petinggi PMI. karena tidak ingin makam Hendri dibongkar, keluarga memintak kepada pihak berwajib agar mengusut tuntas kematian Hendri tersebut.

“Kami menemukan rekaman suara di Handphone Hendri yang kurang lebih berdurasi 47 menit, dan dari rekaman suara tersebut yang didengar bahwa sebelum meninggal Hendri sempat diintrogasi oleh oknum yang diduga petinggi dan senior PMI yang berjumlah lebih dari 2 orang tersebut, diduga introgasi tersebut terjadi di Kantor PMI Kabupaten Seluma,”sampai keluarga Hendri kepada awak media.

Keluarga Hendri menambahkan, bahwa di dalam rekaman tersebut Hendri sempat dituduh Mengintip salah satu perempuan diduga bernama Tika yang merupakan Korps Sukarela (KSR) PMI Dehasen. Namun, Hendri menepis tuduhan itu, dan terdengar Hendri di paksa mengaku bahkan sempat diancam oleh orang yang disebutkan dalam rekaman bernama Rizki itu. ancaman tersebut berbunyi “Kalu Idak aku mati, berarti kau yang mati”
“Kalu Idak aku tepenjara, berarti kau yang tepenjara”.

“Terdengar jelas bahwa Hendri dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tidak pernah sama sekali dia lakukan, Sehingga terdengar ancaman yang dilontarkan oleh orang yang mengintrogasi bahwa jika Hendri tidak mengakui perbuatan itu maka kita selesaikan diluar. Di dalam introgasi itu juga hadir para Petinggi PMI Seluma dan Petinggi PMI Kota Bengkulu,”tegas keluarga Hendri.

Sementara itu, di akhir rekaman terdengar Hendri dikejar dan juga terdengar suara diduga pukulan benda keras sehingga Hendri sempat berkata “Idak nian kak”, “Nide nian dang”. Sementara itu ketika dikonfirmasi terhadap diduga pelaku Persekusi dan Intimidasi Rizki selaku Kepala Markas PMI Kota Bengkulu mengakui ada keributan dan dia juga ikut berada serta diduga juga ikut mengintrogasi Hendri di dalam ruangan.

“Iyo bang, ado nian masalah tapi la selesai masalahnyo, kemaren waktu malam keduo kami utus Ketua Umum (Ketum) KSR PMI Dehasen untuk nutupi masalah ini,”begitula sampai Rizki (menggunakan bahasa Bengkulu) saat dihubungi melalui via telpon (15/3/2023). (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *