Globaltoday id, Lumajang – Kepatuhan membayar pajak ternyata bisa dibangun dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Hal itu dibuktikan Pemerintah Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, yang sukses mempertahankan prestasi melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) lebih awal selama sembilan tahun berturut-turut melalui inovasi bertajuk Purwosono Berbagi Bahagia (PBB).
Program yang mulai dijalankan sejak tahun 2017 tersebut berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap pajak. Jika sebelumnya PBB identik dengan kewajiban administrasi, kini justru menjadi gerakan bersama yang menghadirkan semangat gotong royong sekaligus memberikan apresiasi kepada warga yang taat membayar pajak.
Keberhasilan itu tercermin dari tingkat pelunasan PBB yang setiap tahun mencapai kisaran 95 hingga 98 persen, sehingga Desa Purwosono kembali mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Lumajang sebagai salah satu desa dengan tingkat kepatuhan pajak terbaik.
Kepala Desa Purwosono, Hendrik Dwi Martono, S.E, menjelaskan bahwa istilah PBB sengaja diubah menjadi Purwosono Berbagi Bahagia agar masyarakat memiliki kesan positif terhadap kewajiban membayar pajak.
> “Kami ingin membangun kesadaran bahwa membayar pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap pembangunan desa. Karena itu kami menghadirkan program yang memberi manfaat sekaligus kebahagiaan bagi warga,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah melunasi pajaknya tepat waktu, Pemerintah Desa Purwosono akan menggelar pengundian hadiah pada 3 Juli 2026. Beragam hadiah menarik telah disiapkan, mulai dari paket umrah, kambing, sepeda gunung, kulkas, televisi, hingga berbagai hadiah elektronik lainnya.
Menariknya, seluruh hadiah tersebut tidak dibebankan kepada masyarakat melalui pungutan tambahan. Pendanaannya berasal dari insentif yang diterima desa atas keberhasilannya melunasi PBB lebih awal serta dukungan berbagai mitra yang ikut berpartisipasi dalam program tersebut.
> “Semua hadiah ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat. Dana yang kami peroleh dari prestasi desa kami kembalikan lagi kepada warga agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” jelas Hendrik.
Lebih dari sekadar meningkatkan penerimaan pajak, program ini juga memperkuat budaya solidaritas di tengah masyarakat. Warga yang memiliki kemampuan ekonomi secara sukarela membantu melunasi pajak tetangga yang sedang mengalami kesulitan sehingga semakin banyak masyarakat dapat memenuhi kewajibannya tepat waktu.
Tak hanya itu, Pemerintah Desa Purwosono juga memberdayakan masyarakat sebagai petugas pemungut PBB secara door to door. Selain mempermudah pelayanan kepada wajib pajak, langkah tersebut turut membuka peluang tambahan penghasilan melalui pemberian insentif kepada para petugas.
Bagi Pemerintah Desa Purwosono, pajak merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan desa. Karena itu, pendekatan yang humanis, inovatif, dan melibatkan masyarakat secara aktif dinilai mampu membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan kesadaran warga.
Ke depan, inovasi Purwosono Berbagi Bahagia diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan desa, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun budaya taat pajak melalui semangat gotong royong, transparansi, dan pemberian apresiasi kepada masyarakat.






