Globaltoday.id, Malang – Kesuksesan tidak pernah datang secara instan. Hal itu dibuktikan oleh Afandi Kusuma, pemilik Bengkel Metro Auto Care yang kini dikenal sebagai salah satu bengkel spesialis kendaraan modern di Kabupaten Malang. Meski berlokasi di dalam kawasan perumahan dan jauh dari jalan utama, bengkel yang berada di Jalan Ongkowijoyo No. 60 B, Bunton, Sidorahayu, Kecamatan Wagir ini mampu menarik pelanggan dari berbagai daerah.
Di balik ramainya aktivitas bengkel tersebut, tersimpan perjalanan panjang penuh perjuangan yang dimulai lebih dari dua dekade lalu.

Afandi ( 42 ) dengan seorang istri dan dua anak, mengisahkan bahwa ketertarikannya pada dunia otomotif dimulai sejak tahun 2003. Saat itu ia mengikuti pelatihan otomotif di Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari dan melanjutkan magang di Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Toyota Auto 2000 Sutoyo.
“Setelah kursus dan magang, saya sempat bekerja di bengkel milik orang lain. Di situlah saya banyak belajar dari mentor saya, almarhum Pak Eri Subagyo, yang saat itu menjabat sebagai Foreman Toyota. Beliau memiliki jasa yang sangat besar dalam perjalanan karier saya,” ungkap Afandi saat ditemui di bengkelnya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, pengalaman bekerja bersama mentor yang kompeten menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan teknis dan profesionalisme yang dimilikinya saat ini.
Empat Tahun Menjadi Montir Keliling
Keinginan untuk mandiri mulai tumbuh pada tahun 2016. Namun, alih-alih langsung membuka bengkel, Afandi memilih memulai usaha sebagai mekanik freelance atau montir panggilan.
Selama hampir empat tahun, ia mendatangi pelanggan dari rumah ke rumah untuk memperbaiki kendaraan sekaligus membangun kepercayaan pasar.
“Waktu itu saya sadar belum punya modal besar untuk membuka bengkel. Jadi saya mulai dari freelance. Selain untuk mencari penghasilan, saya juga membangun relasi dan memperkenalkan kemampuan saya kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pada tahap awal, yang dibangun bukanlah nama perusahaan, melainkan personal branding.
“Kalau masih freelance, yang dijual adalah nama pribadi. Orang harus percaya dulu kepada kita. Setelah memiliki bengkel, barulah perlahan personal branding itu berkembang menjadi corporate branding,” katanya.
Modal Terbatas, Semangat Tak Terbatas
Tahun 2019 menjadi titik balik penting dalam perjalanan usahanya. Berbekal kepercayaan pelanggan dan dorongan dari keluarga serta rekan-rekan senior, Afandi memberanikan diri membangun Metro Auto Care.
Namun keputusan tersebut bukan tanpa tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah keterbatasan modal sehingga ia tidak mampu menyewa lokasi di pinggir jalan utama yang dianggap lebih strategis.
“Kalau ingin buka bengkel di jalan raya tentu membutuhkan biaya yang besar. Akhirnya saya memilih lokasi yang ada, meskipun berada di dalam perumahan,” ujarnya.
Meski demikian, ia meyakini bahwa dalam bisnis jasa, kualitas pelayanan jauh lebih penting dibanding lokasi.
“Senior-senior saya selalu bilang, kalau kualitas kerja bagus, SOP jelas, dan pelanggan puas, maka bengkel tetap akan dicari walaupun lokasinya masuk gang sekalipun,” tuturnya.
Bertumbuh dari Satu Petak Menjadi Bengkel Modern
Metro Auto Care tidak langsung berdiri megah seperti sekarang. Awalnya, bengkel tersebut hanya menempati satu petak bangunan sederhana.
“Dulu hanya satu petak di sebelah barat. Belum ada sekat seperti sekarang. Hanya ada kamar mandi dan musala kecil di belakang,” kenang Afandi.
Seiring bertambahnya pelanggan, sekitar dua setengah tahun kemudian ia berhasil memperluas area bengkel hingga menempati dua unit bangunan yang saat ini digunakan.
Penataan ruang juga terus berkembang. Mulai dari pengaturan posisi toolbox, kompresor, area servis, ruang tunggu pelanggan, hingga tempat penyimpanan suku cadang dirancang berdasarkan evaluasi kebutuhan kerja.
“Kami terus belajar memperbaiki tata letak agar pekerjaan lebih efektif dan nyaman, baik untuk mekanik maupun pelanggan,” jelasnya.
Kunci Sukses: Kepercayaan dan Konsistensi
Menurut Afandi, faktor utama yang membuat Metro Auto Care mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini adalah kepercayaan pelanggan.
Ia menilai bahwa pelanggan tidak hanya membutuhkan hasil perbaikan yang baik, tetapi juga pelayanan yang profesional, transparan, dan jujur.
“Dalam bisnis jasa, kepercayaan adalah modal terbesar. Kalau pelanggan percaya, mereka akan kembali lagi bahkan merekomendasikan kepada orang lain,” katanya.
Kini, Metro Auto Care tidak hanya melayani perawatan dan perbaikan kendaraan modern berbasis sistem injeksi dan scanner diagnosis, tetapi juga menjadi tempat magang bagi peserta program peningkatan kompetensi instruktur otomotif yang diselenggarakan BBPPMPV Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE) Malang.

Kisah Afandi Kusuma menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak selalu dimulai dari modal besar dan lokasi strategis. Dengan ketekunan, kompetensi, serta komitmen menjaga kualitas pelayanan, seorang montir freelance pun dapat tumbuh menjadi pengusaha otomotif yang dipercaya masyarakat.
“Yang terpenting jangan berhenti belajar dan jangan takut memulai dari bawah. Semua usaha besar selalu berawal dari langkah kecil,” pungkas Afandi.






