Trailer Raksasa LanggarJalur – Rumah Warga Randuagung Nyaris Roboh

Globaltoday.id, Lumajang — Sebuah truk trailer beroda 18 yang melintas di jalan Provinsi Klakah–Randuagung–Jatiroto memicu insiden serius, Sabtu (7/2/2026). Kendaraan bertonase besar itu tersangkut kabel yang turun dari ketinggian standar, hingga menyeret bangunan rumah warga dan menyebabkan gangguan lalu lintas di sekitar perlintasan rel dan Stasiun Randuagung.

Padahal, ruas jalan tersebut bukan jalur yang diperuntukkan bagi kendaraan berat. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas sempat tersendat dan warga sekitar dilanda kepanikan.

Pengawas Jalan Provinsi Klakah–Randuagung–Jatiroto, Maulana,  menegaskan bahwa truk trailer seharusnya tidak melintas di jalur provinsi tersebut.

“Jalan ini tidak dirancang untuk beban puluhan ton. Seharusnya distribusi barang menggunakan truk kecil dan lewat jalan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Randuagung, Mawi Mujayanti, menjelaskan bahwa insiden bermula saat rumah warga sedang direnovasi,  sehingga posisi kabel di depan rumah turun dari standar ketinggian.

“Ketika trailer melintas, kabel tersangkut dan terseret cukup jauh sampai menggesek jalan raya,” jelasnya.

Tarikan kabel tersebut kemudian menarik bagian bangunan rumah,  membuat material bangunan rusak dan membahayakan pengguna jalan. Aparat kecamatan bersama Polsek Randuagung langsung turun ke lokasi untuk mengamankan area dan mengatur lalu lintas.

“Kami fokus mencegah jatuhnya korban,” tambah Mawi.

Kapolsek Randuagung melalui Andre mengatakan, pengamanan dilakukan sambil menunggu petugas teknis dari instansi terkait.

“Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan. Kendaraan roda dua kami arahkan melalui jalur alternatif demi keselamatan,” ungkapnya.

Pemilik rumah, Sujono, mengaku mengalami kerugian akibat rusaknya bangunan miliknya. Ia berharap ada tanggung jawab dari pihak yang mengoperasikan trailer.

“Rumah ini rusak dan harus diperbaiki lagi. Butuh biaya dan tenaga. Saya bersyukur tidak ada korban, tapi kalau cucu saya sedang di depan rumah, risikonya bisa fatal,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pabrik atau perusahaan yang diduga mengoperasikan trailer tersebut belum memberikan klarifikasi. Kejadian ini kembali memicu sorotan warga terkait pembiaran kendaraan berat melintas di jalur yang tidak semestinya, yang dinilai membahayakan keselamatan dan merusak infrastruktur.

Petugas masih melakukan penanganan lanjutan serta pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *