Globaltoday.id, Lumajang — Pekerjaan konstruksi jalan Gentengan, Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, terus berlanjut. Memasuki hari keempat sejak Minggu, 1 Februari 2026, Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat mengerjakan pengecoran tahap kedua dengan volume panjang 110 M³ dengan ketebalan 30 sentimeter.
Pengecoran tahap ini menghabiskan anggaran sebesar Rp170.500.000, yang seluruhnya bersumber dari sumbangan para sopir truk pasir yang setiap hari melintasi portal Gentengan. Jalan tersebut memang dikenal sebagai jalur utama angkutan pasir, sehingga rawan rusak jika tidak diperkuat.
Ketua Pokmas pembangunan jalan Gentengan, Hari, saat ditemui awak media, menyampaikan rasa syukur atas kelanjutan pembangunan tersebut.
“Alhamdulillah, kami bisa meneruskan pembangunan jalan Gentengan. Setiap hari jalan ini dilalui truk-truk pasir, jadi kalau tidak dicor ya cepat rusak,” ujar Hari.
Ia menjelaskan, pengelolaan dana dilakukan secara terbuka dan transparan, bahkan perkembangan pekerjaan serta penggunaan anggaran dilaporkan setiap hari kepada masyarakat.
“Dana ini murni dari sumbangan sopir truk pasir yang lewat portal Gentengan. Pengelolaannya kami laporkan secara terbuka, supaya semua tahu dan percaya,” tambahnya.
Sopir Truk Merasa Diuntungkan
Pembangunan jalan tersebut mendapat respons positif dari para pengguna jalan. Hasan, salah satu sopir truk pasir yang ditemui awak media saat melintas di portal Gentengan, mengaku puas dengan hasil pembangunan.
“Saya senang dan puas. Walaupun setiap lewat menyumbang Rp10 ribu, tapi hasilnya nyata. Jalan sekarang jadi lebih mulus dan enak dilewati,” kata Adi.
Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya banyak berlubang dan sering menyulitkan pengendara, terutama saat musim hujan.
Apresiasi Pemerintah Desa
Sementara itu, Kepala Desa Condro, Supirno, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan jalan Gentengan.
“Kami dari Pemerintah Desa Condro mengucapkan terima kasih kepada para sopir truk, warga Gentengan, dan Pokmas yang secara sukarela membantu pembangunan jalan ini,” ujar Supirno.
Ia berharap, dengan pengecoran sepanjang 110 meter pada tahap kedua ini, pembangunan jalan Gentengan dapat segera tersambung hingga ujung.
“Mudah-mudahan tidak lama lagi bisa selesai sampai ujung, sehingga seluruh pengguna jalan, khususnya truk pasir, bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Pembangunan jalan Gentengan ini menjadi contoh gotong royong antara masyarakat, pengguna jalan, dan pemerintah desa, demi menciptakan akses jalan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.s






