BUMDes Condro Berpeluang Jadi Agen Pupuk Bersubsidi, Dorong Akses Petani Pasirian

Jawa Timur, Lumajang118 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ” Barokah Jaya Abadi ”  Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, berpeluang menjadi agen atau pengecer resmi pupuk bersubsidi melalui skema yang dibuka PT Pupuk Indonesia. Peluang ini dinilai strategis untuk memperkuat distribusi pupuk bagi petani desa sekaligus meningkatkan kinerja usaha BUMDes.

Untuk dapat ditetapkan sebagai pengecer resmi, BUMDes Barokah Jaya Abadi Condro harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah berbadan hukum, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan KBLI 47763 tentang perdagangan eceran pupuk, NPWP, serta rekomendasi dari Dinas Pertanian atau Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang.

Selain persyaratan administratif, BUMDes BJA juga wajib menyiapkan gudang penyimpanan pupuk dengan kapasitas minimal lima ton, sarana transportasi penyaluran, serta pengurus dan petugas lapangan yang aktif. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi Distributor Management System (DIMAS) milik Pupuk Indonesia pada periode yang telah ditentukan.

Jika dinyatakan lolos verifikasi, BUMDes BJA Condro akan ditetapkan sebagai Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) dan berkewajiban menyalurkan pupuk bersubsidi hanya kepada petani yang terdaftar dalam e-RDKK, mencatat transaksi secara digital, serta menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Keberadaan BUMDes Barokah Jaya Abadi sebagai agen pupuk bersubsidi diharapkan mampu memangkas rantai distribusi, meningkatkan ketepatan sasaran penerima pupuk, serta mendorong kemandirian ekonomi desa di wilayah Pasirian yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Pemerintah desa bersama pengelola BUMDes Barokah Jaya Abadi Condro diimbau aktif memantau jadwal pendaftaran agen pupuk bersubsidi yang biasanya dibuka setiap tahun melalui laman resmi dimas.pupuk-indonesia.com, agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal demi mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *