Globaltoday.id, Lumajang — Di tengah intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang terus berupaya menjaga kebersihan lingkungan kota. Salah satunya dengan memastikan pengangkutan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, tetap berjalan setiap hari tanpa henti.
TPS yang berada tepat di sebelah Kantor Korwil Dinas Pendidikan (KPP) Kecamatan Kota Lumajang ini memiliki peran penting karena melayani penampungan sampah dari empat wilayah, yakni Kelurahan Tompokersan, Kelurahan Rogotrunan, Desa Sumberjo, dan sebagian wilayah Kelurahan Jogoyudan.
Setiap hari, dua kontainer sampah diangkut secara rutin menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lempeni di Kecamatan Tempeh oleh petugas DLH.
Namun, akibat curah hujan yang tinggi, kondisi TPS menjadi lembab. Hal itu mempercepat proses dekomposisi sampah organik, sehingga memunculkan bau tidak sedap di sekitar lokasi.
Salah satu warga sekitar, sebut saja Jr, mengaku bahwa meskipun petugas DLH telah bekerja setiap hari, bau tidak sedap masih tercium akibat tumpukan sampah yang lembab.
“Sampahnya memang diangkut setiap hari, tapi karena hujan terus jadi basah dan menimbulkan bau. Kami paham petugas sudah bekerja keras, tapi semoga bisa dibersihkan lebih sering supaya baunya berkurang,” ujar Jr kepada wartawan, Jumat (31/10/2025).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Dra. Hertutik, M.Si, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan langkah-langkah pengendalian bau dan menjaga kebersihan area TPS Juanda.
“TPS Juanda melayani beberapa wilayah padat penduduk, jadi aktivitasnya memang cukup tinggi. Pengangkutan tetap kami laksanakan setiap hari dengan dua kontainer per hari. Jenis sampah yang dihasilkan mayoritas organik, sehingga saat musim hujan proses dekomposisi bisa menimbulkan bau. Kami akan terus berupaya meminimalisirnya dengan pengangkutan rutin dan pembersihan di lokasi TPS,” terang Hertutik.
Selain memastikan pengangkutan berjalan lancar, Hertutik juga mendorong masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Menurutnya, pemilahan sederhana dapat mengurangi volume sampah yang menumpuk di TPS.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memilah sampah sesuai jenisnya. Sampah organik bisa dijadikan kompos atau pupuk organik cair (POC), sedangkan anorganik seperti botol plastik, kardus, dan logam bisa disalurkan ke bank sampah. Dengan begitu, hanya sisa residu yang benar-benar harus masuk ke TPS,” jelasnya.
DLH juga memastikan bahwa petugas lapangan melaksanakan pembersihan rutin di area TPS untuk mengurangi dampak bau dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kami mohon kerja sama warga untuk membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan agar proses pengangkutan lebih efektif. Pengelolaan sampah ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Jika masyarakat tertib dan ikut memilah, maka lingkungan kita akan jauh lebih bersih dan sehat,” tambah Hertutik.
Dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan TPS Juanda dapat tetap berfungsi optimal tanpa menimbulkan gangguan bagi warga sekitar, meskipun kondisi cuaca sedang tidak bersahabat.






