Desa Sememu Jadi Role Model, Sukses Tekan Stunting Hingga Nol Kasus

Jawa Timur, Lumajang251 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, berhasil mencatat prestasi gemilang di bidang kesehatan masyarakat: nol kasus stunting. Capaian ini terungkap dalam kegiatan Gerakan Posyandu Aktif yang digelar di Balai Desa Sememu pada Kamis (11/9/2025).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menyebut prestasi Desa Sememu bukan sekadar angka di laporan, melainkan bukti nyata sinergi antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Ini hasil kolaborasi semua pihak. Posyandu di Sememu tidak hanya menjadi tempat timbang balita, tetapi juga pusat edukasi keluarga dan penjaga tumbuh kembang anak,” ujar Dewi Natalia.

Ia juga memberi penghargaan khusus kepada para kader Posyandu yang disebut sebagai “garda terdepan kesehatan desa”. Dedikasi mereka dinilai sangat besar, mulai dari memantau gizi balita hingga memberikan penyuluhan kepada ibu hamil, remaja, bahkan lansia.

“Tanpa kader, nol stunting ini tidak mungkin tercapai. Mereka adalah pejuang kesehatan di tingkat akar rumput,” tambahnya.

Capaian Desa Sememu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Lumajang. Dewi Natalia menekankan, pencegahan stunting bukan pekerjaan sesaat, melainkan upaya berkelanjutan dengan memperkuat pola hidup sehat, pemenuhan gizi, dan akses layanan kesehatan yang merata.

Kegiatan Gerakan Posyandu Aktif di Desa Sememu juga dirangkai dengan edukasi gizi serta sosialisasi pola asuh keluarga. Antusiasme warga terlihat dari ramainya ibu hamil, balita, hingga lansia yang hadir.

Gerakan ini merupakan bagian dari transformasi layanan primer di Kabupaten Lumajang dengan pendekatan siklus hidup. Harapannya, Posyandu tidak hanya fokus pada layanan kuratif, tetapi juga menjadi benteng utama upaya promotif dan preventif.

“Posyandu aktif adalah investasi jangka panjang. Dengan menjaga kesehatan sejak dini, kita sedang menyiapkan generasi Lumajang yang sehat, cerdas, dan siap bersaing,” tegas Dewi Natalia.

Dengan prestasi nol stunting, Desa Sememu kini menjelma sebagai contoh nyata bahwa gotong royong di tingkat desa mampu melahirkan perubahan besar bagi masa depan generasi.                ( Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *