Aston Inn Lumajang: Permata Baru Tapal Kuda yang Menyatukan Kemewahan, Kearifan Lokal, dan Semangat Wisata

Jawa Timur, Lumajang499 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – Di tengah geliat perubahan kawasan timur Jawa, sebuah wajah baru pariwisata hadir menyapa. Bukan sekadar hotel, Aston Inn Lumajang muncul sebagai ikon modernitas yang membungkus hangatnya budaya lokal dan menggairahkan kembali denyut ekonomi Lumajang lewat pariwisata dan UMKM.

Hotel berbintang ini bukan hanya menyuguhkan fasilitas kelas atas dengan enam tipe kamar dan panorama memukau—Gunung Semeru yang megah saat pagi, dan kilau city light Lumajang saat malam—tetapi juga memposisikan Lumajang dalam jalur emas destinasi strategis Jawa Timur.

Dalam pertemuan resmi yang digelar di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang (21/7/2025), Bupati Indah Amperawati menegaskan bahwa kehadiran Aston Inn merupakan sinyal kuat kemitraan konstruktif antara pemerintah dan sektor swasta untuk mendorong pariwisata berbasis keberlanjutan.

“Kami menyambut Aston Inn bukan sekadar sebagai bangunan fisik, tapi sebagai awal era baru industri wisata Lumajang,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah.

Lebih dari sekadar menginap, tamu Aston Inn disuguhi nuansa lokal yang kental—mulai dari interior bernuansa khas Lumajang hingga etalase produk UMKM yang merambah ruang-ruang hotel. Sebuah pendekatan cerdas yang tidak hanya mempercantik tampilan, tapi juga memberi napas pada ekonomi masyarakat.

“Aston Inn hadir dengan kepedulian sosial. Mereka membuka ruang bagi UMKM lokal untuk tumbuh bersama. Ini bentuk ekonomi inklusif yang kita cita-citakan,” tambah Bunda Indah.

Komitmen terhadap kearifan lokal tersebut menciptakan rantai manfaat ekonomi yang melibatkan banyak pihak—dari pelaku usaha kecil, pekerja jasa, pengrajin, hingga petani.

Hotel ini juga diharapkan menjadi titik awal keberangkatan wisatawan untuk menjelajah alam Lumajang: mulai dari Ranupani, Gunung Semeru, Pantai Watu Pecak, hingga Air Terjun Tumpak Sewu.

Pihak manajemen Aston menyatakan bahwa mereka mengusung konsep “budaya bertemu bisnis”, yakni pengelolaan yang profesional namun tetap menghormati nilai lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Bunda Indah berharap sinergi ini tak berhenti sebagai seremoni peresmian, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang manfaatnya menyentuh masyarakat secara luas.

“Kami ingin Aston Inn menjadi model kerja sama antara swasta dan pemerintah yang berpihak pada rakyat,” tuturnya.

Di tengah geliat kompetisi kawasan pariwisata Jawa Timur, Aston Inn bukan hanya tempat beristirahat—tetapi penanda arah baru pembangunan Lumajang: berbudaya, berkelas, dan berdampak nyata bagi semua.  ( Dodik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *