Globaltoday.id, Lumajang – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana pembangunan 200 sekolah rakyat Berasrama yang akan dimulai tahun ini. Sekolah – sekolah ini akan mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), serta diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta (21/3/2025) Prabowo menegaskan komitmennya untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak -anak dari keluarga prasejahtera.” Kami telah memutuskan untuk memulai pembangunan 200 sekolah rakyat Berasrama tahun ini. Harapannya, proyek ini segera berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Sekolah rakyat Berasrama ini diharapkan menjadi solusi dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan. Presiden Prabowo menekankan pentingnya memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi generasi penerus agar mereka memiliki masa depan yang lebih cerah. ” Anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak boleh terjebak dalam siklus kemiskinan. Jika orang tuanya bekerja sebagai pemulung, anak dan cucunya tidak boleh mengalami nasib yang sama. Mereka harus kita berdayakan,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa program ini akan membutuhkan sekitar 700 tenaga pengajar bersertifikat Profesi Guru (PPG). Jumlah tersebut telah disesuaikan dengan kapasitas murid yang dapat diterima di seluruh sekolah rakyat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada bulan Juli mendatang.
” Kami telah menghitung sementara, dengan lebih dari 2000 murid yang akan diterima, diperlukan sekitar 700 tenaga pendidik dan pengasuh,” ujar Saifullah setelah meninjau kesiapan salah satu sekolah rakyat di Pusdiklat Kemensos, Jakarta Selatan.
Untuk memenuhi tenaga pengajar, Kementrian Sosial bekerja sama dengan Tim Formatur Sekolah Rakyat dan Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, serta Pendidikan Guru ( Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen. Mereka akan menyeleksi sekitar 60 ribu guru PPG Prajabatan berdasarkan domisili, guna memastikan efektivitas pengajaran dan memudahkan mobilitas tenaga pengajar.
” Guru yang tinggal di dekat sekolah akan diprioritaskan dalam seleksi. Misalnya, untuk Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan, kami akan mendahulukan guru yang berdomisili di sekitar wilayah tersebut. Jika jumlahnya belum mencukupi, baru kami cari dari daerah terdekat, seperti Jakarta Barat atau Jakarta Timur,” jelas Saifullah.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak -anak dari keluarga kurang mampu dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.( Sbr Televisi) Dodik






