//
Bengkulu, Kaur – Globaltoday.Id- Indonesia Corroption Watch (ICW) Mencatat jumlah kasus korupsi paling besar di sepanjang tahun 2023.
Di sepanjang 2023 ada 187 kasus Korupsi di sektor Desa, dengan total kerugian Negara mencapai Rp.162,25 Milyar Rupiah.
Menurut ICW ada empat faktor utama penyebab Dana Desa (DD) menjadi Ladang basah korupsi.
“Yang pertama, minimnya pemahaman warga Desa tentang pembangunan dan anggaran Desa.
“Ke-Dua, BPD belum optimal mengawasi penggunaan Anggaran Dana Desa.
Ke-tiga, keterbatasan akses informasi oleh warga Desa terkait pengelolaan dana desa (DD) dan layanan publik.
Ke-empat, Kepala Desa dan perangkatnya belum siap mengelola anggaran dengan jumlah yang besar.
Pada tahun 2024 pemerintah mengalokasikan Rp. 71 triliun untuk 75.259 Desa, rata-rata untuk setiap Desa 943 juta rupiah, dana ini seharusnya untuk kesejahteraan, tapi tanpa transparansi justru berisiko menjadi ladang basah korupsi.
Dari tahun 2022 ke 2023, jumlah kasus korupsi di sektor Desa meningkat 36.6%,
Trend peningkatan ini terlihat konsisten sejak tahun 2016, artinya, Korupsi di sektor Desa masih menjadi masalah serius yang harus segera di atasi.
Nah,, Untuk itu ayo masyarakat Desa dan BPD awasi dengan serius Anggaran Dana Desa (ADD-DD) yang ada di Desamu masing-masing. agar tahapan penggunaan anggaran di desamu benar-benar berjalan dengan Serius dan tepat pada sasaran yang di butuhkan dalam desa. Jika perjalanan dana desa di ragukan segera laporkan kepada pihak yang berwenang. (Franky/PKK)






