Kurangnya Perhatian Pemerintah Daerah, Abrasi di Pantai Seluma Kian Mengkhawatirkan

Seluma738 Dilihat

Seluma, Globaltoday.id- Semakin hari ancaman abrasi dibantaran sungai Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma yang berhadapan langsung dengan muara sungai Seluma semakin mengkhawatirkan. Pemerintah Kabupaten Seluma diminta segera menangani masalah abrasi di Desa setempat. Pasalanya, pengikisan disepanjang bibir muara Pantai Seluma tersebut semakim mengkawatirkan.

Akibat kuatnya hantaman ombak yang berasal dari Samudera Hindia setiap air pasang datang, bantaran sungai yang berhadapan langsung ke laut lepas ini terus terkikis akibat diterjang air laut terus menerus. Akibat belum ada upaya penanganan dari instansi terkait, gerusan ombak mulai mengancam lahan pertanian milik penduduk.

Kepala Desa (Kades) Pasar Seluma Yus Sukardi atau yang akrab disapa Buyung saat dikonfirmasi Rabu, (5/6/2024) menjelaskan, bahwa abrasi yang mengancam pemukiman warga disepanjang bibir muara tersebut kondisinya saat ini sudah cukup parah, namun belum terlihat adanya upaya dari Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi agar tidak semakin meluas.

“Sudah sangat mengkhawatirkan, Selaku Kepala Desa (Kades) setempat saya sangat berharap dan meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait untuk segera menangani persoalan tersebut sebelum terlalu merugikan masyarakat Desa Pasar Seluma,” sampainya.

Kades Pasar Seluma itu juga mengatakan, jika tidak segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah atau instansi terkait, tidak menutup kemungkinan Desanya akan bernasib sama seperti beberapa Desa yang ada diwilayah Kecamatan Semidang Alas Maras, sebab sejauh ini daratan yang hilang atau amblas sudah mencapai lebih kurang 10 sampai 20 meter.

“Silahkan di cek langsung kelokaai jikalau tidak percaya, saat ini tanah yang terkikis gerusan ombak sudah sangat lebar. Kami berharap pihak terkait segera mengambil kebijakan supaya abrasi bisa segera tertangani. Kami tidak ingin kerusakan akibat abrasi semakin parah, karena untuk mengembalikannya akan membutuhkan waktu yang cukup lama,” imbuhnya.

Tak hanya lahan pertanian dan perkebunan warga saja yang terkena dampak abrasi, aset negara seperti jembatan sungai Seluma juga terancam tergerus, dikarenakan setiap hari kikisan ombak terus bertambah.

“jadi harapan kami dari Pemerintah Desa (Pemdes) mewakili masyarakat, selain mengantisipasi hal-hal buruk yang mengancam Desa dalam hal apapun bentuknya, Pemerintah bisa mengantisipasi Abutmen jembatan tidak amblas. Terserah teknik dan tekhnis penanganan seperti apa yang mau digunakan oleh Pemerintah Daerah dan instansi terkait tersebut,” ujarnya.

Pewarta | Ilham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *