Oknum Kades Sinar Pagi Diduga Sunat BLT-DD Dengan Dalih Pembangunan Masjid

Hukum, Seluma841 Dilihat

Seluma, Globaltoday.id- Sungguh memprihatinkan, entah apa yang ada dibenak Kepala Desa (Kades) Desa Sinar Pagi, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma sehingga berani melakukan dugaan pemotongan dana bantuan sosial penanganan bencana Covid-19.

Hal tersebut terungkap, selain berdasarkan keterangan narasumber yang enggan dipublish identitasnya seusai diwawancara melalui sambungan telepon WhatsApp lantas ia mengirimkan video pengakuan warga yang mengakui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) Desa Sinar Pagi dipotong sebesar Rp. 100.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Besar dan kecil dipotong semua, semua yang dapat bantuan BLT-DD dipotong dengan alasan untuk membangun masjid,” sampainya Sabtu, (30/9/2023).

Lanjutnya, selain pemotongan dana bantuan tanggap bencana Covid-19 itu, adapun bangunan jalan rabat beton yang merupakan jalan poros Dusun 1 yang ada di Desa Sinar Pagi diduga asal jadi dan kuat dugaan proyek pekerjaan itu dijadikan ajang Korupsi, Koalisi, dan Nepotisme (KKN).

Sebab ungkapnya, jalan itu belum lama dibangun akan tetapi tidak bertahan lama Alia sudah hancur. Padahal meskipun jalur poros, tetapi letak dari pembangunan jalan tersebut berada didaerah pedalaman yang jarang dilewati oleh mobil berkapasitas atau bermuatan beban berat.

“Dengan adanya pembangunan seperti itu, diduga campuran material pembangunan tidak sesuai dengan takaran cor. Sedangkan dalam pembangunan jalan rabat beton tersebut ukuran volume dan panjang jalan rabat beton itu masih kurang dari spesifikasi yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, perlu diketahui sebelumnya Organisasi Masyarakat (Ormas) Pijar Insitute Provinsi Bengkulu pada Senin, (25/9/2023) lalu, melaporkan Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Sinar Pagi dengan dugaan pengrusakan dan penggelapan aset negara (Onderdil mobil operasional Desa banyak yang hilang).

Hasil dari pantauan tim Ormas Pijar Insitute Provinsi Bengkulu diketahui, bahwa mobil tersebut terbengkalai dan tidak bisa digunakan serta dioperasionalkan untuk Desa, dikarenakan mesin dari mobil tersebut tidak ada. Tak hanya mesin mobil saja yang tidak ada, adapun seperti kursi, setir mobil, dan kaca depan mobil juga tidak ada ditempat yang semestinya.

“Kami sudah melakukan investigasi lapangan, dan sesuai dengan apa yang kita lihat dilapangan bahwa mobil tersebut memanglah terbengkalai tanpa adanya perawatan dari pihak pemerintah Desa setempat,” ungkap Sekretaris Umum Ormas Pijar Institute Provinsi Bengkulu Jon Sisuardi alias Andre.

Pewarta | Ilham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *