Sempat Viral Perihal Pengrusakan Aset Desa, Ternyata Pembangunan Infrastruktur Maupun BLT-DD Desa Sinar Pagi Diduga Mark-Up

Hukum, Seluma832 Dilihat

Seluma, Globaltoday.id- Sempat viral beberapa waktu yang lalu dengan dugaan pengrusakan aset Desa berupa mobil operasional desa yang tidak bisa dipergunakan lagi diakibatkan beberapa komponen mobil tersebut sudah tidak berada ditempat yang semestinya seperti kaca mobil bagian depan, kursi mobil, setir mobil, bahkan mesin mobil itu sendiri.

Permasalahan tersebut telah resmi dilaporkan oleh Organisasi Masyarakat Pusat Informasi dan Jaringan Rakyat (Ormas Pijar) Insitute Provinsi Bengkulu beberapa waktu yang lalu dan sempat viral diberbagai Media Online seperti, Media Online Globaltoday.id, Pensiljurnalis.my.id, bahkan media online yang lainnya atas laporan yang dilakukan oleh Ormas Pijar tersebut.

Ternyata tak hanya diduga pengrusakan aset Desa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sinar Pagi, adapun pembangunan jalan rabat beton jalan poros Dusun 1 yang ada di Desa Sinar Pagi, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma diduga asal jadi dan kuat dugaan proyek pekerjaan jalan tersebut dijadikan ajang korupsi baik dari segi bestek/perencanaan maupun Rencana Anggaran Biaya Pemerintah Desa (RABPDes).

Pekerjaan ini terlihat sangat jelas dari kualitas dan kuantitas pekerjaan dalam pembangunan jalan rabat beton yang belum mencapai hitungan Bulan, akan tetapi jalan tersebut sudah hancur dan pecah. Hal ini menjadi pertanyaan dari berbagai pihak dan masyarakat setempat.

Salah seorang masyarakat yang enggan dipublish identitasnya demi menjaga keharmonisan dan kerukunan menjelaskan, bahwa pembangunan jalan itu belum lama dibangun dan sudah hancur. Padahal meskipun jalur poros, tetapi letak dari pembangunan jalan tersebut berada didaerah pedalaman yang jarang dilewati oleh mobil berkapasitas/bermuatan beban berat.

“Dengan adanya pembangunan seperti itu, diduga campuran material pembangunan tidak sesuai dengan takaran cor. Sedangkan dalam pembangunan jalan rabat beton tersebut ukuran volume dan panjang jalan rabat beton itu masih kurang dari spesifikasi yang ada,” ungkapnya melalui via telepon WhatsApp pada Kamis, (28/9/2023).

Dikatakannya, bahwa tidak hanya dalam segi infrastruktur pembangunan saja yang diduga Mark-up, akan tetapi banyak masyarakat yang mengeluhkan akan kepemimpinan kepala desa yang sekarang, dikarenakan menurut keterangan dari berbagai sumber (Masyarakat) setempat bahwasannya ada pemotongan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dalam setiap perealisasiannya.

“Iya benar, ada juga pemotongan BLT-DD sebesar Rp. 200.000 per KK dalam setiap perealisasiannya dengan alasan yang tidak diketahui. Selama Kades ini menjabat banyak sekali infrastruktur pembangunan yang dikerjakan asal-asalan, terutama pembangunan masjid sampai saat ini masih mangkrak, sedangkan biaya pembangunan masjid itu belum terealisasikan secara utuh oleh pemerintah Desa,” tegasnya.

“Kami meminta agar pihak-pihak terkait bisa langsung turun kelapangan untuk melihat secara langsung infrastruktur pembangunan dan keluhan masyarakat Desa Sinar Pagi yang selama Kades yang saat ini menjabat banyak sekali penggelapan uang negara yang membuat masyarakat resah dan geram atas ulah Kades. Kami juga berharap agar kiranya pihak penegak hukum segera memproses laporan yang telah dilayangkan oleh Ormas Pijar beberapa waktu yang lalu perihal pengrusakan aset Desa,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim mencoba menghubungin Kepala Desa Sinar Pagi, akan tetapi belum ada tanggapan dan seolah-olah Kepala Desa Sinar Pagi tersebut enggan berkomentar terkait temuan dan informasi dari berbagai sumber yang didapat Tim media ini dilapangan.

Pewarta | Ilham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *