Proyek Pembuatan Siring Pasang Terkesan Asal Jadi

Headline, Seluma1186 Dilihat

Talo, Globaltoday.id- Pekerjaan proyek Siring pasang yang terletak di Desa Kembang Seri, Kecamatan Talo yang bersumber dari dana APBD tahun anggaran 2022 diduga dikerjakan asal jadi.

Salah satu warga Desa Kembang Seri yang tidak ingin disebut namanya saat dikonfirmasi media ini Kamis, (18/5/2023) mengatakan, jika pekerjaan tersebut dibangun menggunakan dana dari APBD Kabupaten Seluma anggaran tahun 2022 dan pembangunan tersebut sudah banyak yang pecah bahkan belum sampai 1 tahun sudah retak.

“Dananya menggunakan APBD, tapi kenapa pembangunannya seperti ini, kami warga Desa Kembang Seri kecewa atas pembangunan yang asal jadi seperti ini, anggaran biayanya besar tapi pembangunannya seperti ini, dari mulai semen yang terlalu muda dan lantai siring yang tidak ada,” ungkapnya.

“Kalau hujan dengan intensitas tinggi air tidak mengalir dan membentuk kubangan, karena pembangunan Siring itu bukannya lebih rendah tapi lebih tinggi dari halaman rumah kami,” imbuhnya.

“Kami berharap agar pemerintah daerah melalui instansi terkait agar melihat dan mengecek langsung pembangunan siring pasang yang menggunakan dana APBD tahun 2022 yang cukup besar ini,” harapnya.

Diwaktu yang sama, pengawas lapangan pekerjaan siring pasang Desa Kembang Seri berinisial B mengatakan, tanah galian yang digunakan untuk menahan pondasi tersebut sudah di ambil warga saat penggalian.

“Tanah itu sudah banyak di ambilin sama warga, ada yang sampai membawa gerobak dorong (klenteng), jadi dalam item kami tidak ada lagi mendatangkan tanah untuk pondasi tersebut,” katanya.

“Kalau masalah air yang menggenang itu kepala desa sudah tau dan perangkat desa mengatakan jika air yang menggenang itu akan di alirkan ke arah belakang,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, bahwa desa Kembang Seri sudah menjadi langganan banjir setiap ada hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

“Desa Kembang Seri itu sudah sering banjir, masalah air yang tidak mengalir ke dalam Siring tersebut, Kata kepala desa dan perangkatnya dulu mereka yang membuka pembuangan air yang mengarah ke air talo. karena kami tidak sampai sejauh itu, tetapi itu kebijakan kepala desa,” ujarnya. (Ilh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *